Batik Air Uji Coba Penerbangan Timika–Nabire dengan Airbus A320

Jumat, 18 Juli 2025 | 14:04:10 WIB
Batik Air sukses menggelar proving flight Airbus A320-200 dari Timika ke Nabire sebagai langkah awal membuka rute reguler ke Papua Tengah. (Dok. Batik Air)

Batik Air sukses menggelar proving flight Airbus A320-200 dari Timika ke Nabire sebagai langkah awal membuka rute reguler ke Papua Tengah. Penerbangan ini memperluas konektivitas dan dorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Transportasimedia.com - Batik Air, pada Rabu, 17 Juli 2025, sukses melaksanakan penerbangan perdana (proving flight) menggunakan pesawat Airbus A320-200 dari Timika menuju Nabire. Penerbangan ini menjadi langkah awal untuk membuka rute reguler dan memperluas konektivitas udara ke wilayah Papua Tengah.

Proving flight merupakan tahapan penting dalam proses pembukaan rute baru, yang bertujuan menguji seluruh aspek teknis, keselamatan, serta kesiapan operasional bandara dan kru penerbangan.

Dalam penerbangan ini, Batik Air dengan nomor ID-8264 lepas landas dari Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika pada pukul 09.15 WIT dan mendarat mulus di Bandar Udara Douw Aturure, Nabire pada pukul 10.15 WIT. Penerbangan kembali ID-8265 berangkat dari Nabire pukul 12.15 WIT dan tiba di Timika pukul 13.15 WIT.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membuka akses transportasi udara yang lebih luas ke Papua Tengah, khususnya melalui Nabire. Kami optimistis konektivitas ini akan mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Batik Air.

Penerbangan ini menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 156 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. Pesawat ini dikenal andal untuk penerbangan jarak menengah dan memiliki konfigurasi kabin yang nyaman bagi penumpang.

Batik Air juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung kelancaran penerbangan, termasuk pemerintah daerah, pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Pembukaan rute baru ini diharapkan dapat menjadi penghubung vital antara wilayah Papua Tengah dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lainnya di Indonesia, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia. (*)

Tags

Terkini