ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Sambut Mudik Lebaran 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 19:37:49 WIB
ASDP mematangkan strategi Angkutan Lebaran 2026 di lintasan Sumatera, Jawa, dan Bali dengan kesiapan kapal, digitalisasi Ferizy, dan kolaborasi lintas sektor. (Dok. ASDP)

PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan strategi terpadu menghadapi Mudik Lebaran 2026 di lintasan Sumatera, Jawa, dan Bali dengan pengerahan armada, optimalisasi dermaga, dan digitalisasi tiket Ferizy.

Transportasi Media - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan strategi terpadu untuk menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan pada periode Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan utama Sumatera, Jawa, dan Bali.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan armada, optimalisasi fasilitas pelabuhan, hingga kolaborasi dengan regulator dan pemangku kepentingan.

Pada lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiapkan 75 kapal yang akan beroperasi sesuai pengaturan jadwal regulator. Kapasitas layanan diperkuat melalui penambahan Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, serta penyiapan pelabuhan kontingensi di Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon dan Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.

Sementara itu, pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP menyiagakan 56 kapal. Kapasitas layanan ditingkatkan dengan penambahan kapal berkapasitas besar dari lima menjadi tujuh unit guna mempercepat rotasi kapal dan menekan waktu tunggu saat periode puncak.

Dari sisi pengelolaan arus, ASDP mengoptimalkan pola operasional tiba–bongkar–berangkat pada kondisi padat dengan pemantauan real time melalui Port Operational Control Center. Evaluasi dan penguatan fungsi buffer zone dilakukan bersama Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol untuk mengendalikan kepadatan di akses pelabuhan.

Transformasi digital tetap menjadi tulang punggung pengaturan arus melalui optimalisasi sistem tiket daring Ferizy di seluruh lintasan, termasuk dukungan fasilitas Ferizy Lounge. Tiket penyeberangan dapat dipesan mulai H-60 sebelum keberangkatan, sehingga masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan datang sesuai jadwal pada tiket.

Dari aspek keselamatan, ASDP mengingatkan masyarakat untuk memantau potensi cuaca ekstrem menjelang Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, Monsun Asia masih aktif dan berpotensi meningkatkan curah hujan serta dinamika perairan. ASDP menerapkan kebijakan refund dan reschedule untuk menyesuaikan perjalanan jika terjadi penyesuaian operasional demi keselamatan.

ASDP juga menegaskan pentingnya pembelian tiket hanya melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, pergerakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen, dengan jumlah kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut menjadi dasar penyusunan kapasitas dan pengaturan operasional secara komprehensif.

Dengan strategi terukur dan kolaborasi lintas sektor, ASDP optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar. (*)

 

Terkini