Transportasimedia.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Jakarta, Selasa (20/5). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian laba tahun buku 2024 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp719,76 miliar.
Sebesar Rp648,75 miliar atau 90,13% dari total laba ditetapkan sebagai dividen tunai, sementara Rp71,02 miliar sisanya atau 9,87% dialokasikan sebagai cadangan lainnya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa Perseroan mampu mempertahankan kinerja sepanjang 2024 di tengah tantangan industri semen nasional, seperti kelebihan pasokan, persaingan ketat, lemahnya daya beli, serta perlambatan proyek infrastruktur.
“SIG berkomitmen untuk mengoptimalkan nilai bagi para pemegang saham melalui pembagian dividen secara rutin,” ujar Vita.
Dia menambahkan, pembagian dividen atas laba tahun buku 2024 dilakukan melalui kebijakan yang terukur dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan Perseroan dan kondisi ekonomi serta industri ke depannya.
"Penetapan sebagian laba bersih tahun 2024 sebagai cadangan lainnya akan memperkuat struktur permodalan SIG untuk memastikan operasional dapat berjalan dengan baik di tengah risiko yang membayangi sepanjang tahun ini,” ujar Vita.
SIG mengandalkan strategi pendekatan micro-market untuk mempertahankan dominasinya di pasar retail dan proyek infrastruktur. Program efisiensi dan keberlanjutan turut memperkuat daya saing, yang terbukti mampu menjaga profitabilitas dan mempertahankan posisi SIG sebagai pemimpin pasar semen di Indonesia dengan pangsa 48,2% pada akhir 2024.
Tak hanya menyetujui pembagian dividen, RUPST 2025 juga merestui langkah ekspansi usaha baru yang sudah tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, yakni optimalisasi komersialisasi bata interlock presisi—produk turunan semen hijau SIG.
Produk ini digadang menjadi solusi pembangunan rumah yang lebih efisien, cepat, tahan gempa, dan rendah karbon, sekaligus mendukung program pembangunan 3 juta rumah. (*)