AHY Soroti Ketepatan Waktu sebagai Kekuatan Kereta Api Nasional

AHY Soroti Ketepatan Waktu sebagai Kekuatan Kereta Api Nasional
Dok: @kai121_

Transportasi Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti ketepatan waktu sebagai salah satu keunggulan utama moda transportasi kereta api di Indonesia. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka RailwayTech Indonesia Expo 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/7/2025).

Menurut AHY, sektor perkeretaapian menunjukkan performa yang baik dari sisi ketepatan waktu, khususnya selama periode libur Idul Fitri 2025. Data menunjukkan, tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,69%, sementara ketepatan kedatangan berada pada angka 97,23%.

"Misalkan, satu kereta barang dapat mengangkut setara dengan 300 truk. Untuk layanan penumpang, satu rangkaian kereta dapat membawa lebih dari 1.000 orang. Dan dalam hal ketepatan waktu, sistem perkeretaapian Indonesia menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan sebesar 99,69% dan kedatangan sebesar 97,23% selama periode libur Idul Fitri tahun 2025," kata AHY.

Selain faktor ketepatan waktu, AHY juga menekankan efisiensi operasional sebagai keunggulan lain dari moda kereta api. Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar pada kereta api, khususnya kereta listrik, jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi jalan raya.

"Transportasi kereta api jauh lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar, mampu menempuh hampir 200 kilometer per liter dibandingkan sekitar 57 kilometer per liter untuk truk. Ini membuat kereta api tiga hingga empat kali lebih efisien dalam penggunaan energi, memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan," ujarnya.

AHY menambahkan bahwa sektor perkeretaapian juga memberikan kontribusi rendah terhadap emisi karbon nasional. Ia merujuk pada data Asian Transport Outlook 2024 yang mencatat bahwa transportasi jalan menyumbang sekitar 89,7% emisi karbon, sementara sektor perkeretaapian hampir tidak berkontribusi.

"Dampak lingkungan, kereta api memiliki jejak karbon yang sangat rendah. Sektor perkeretaapian hampir tidak memberikan kontribusi terhadap emisi karbon nasional," ungkap AHY.

"Angka-angka ini menegaskan potensi kereta api sebagai moda transportasi paling ramah iklim di Indonesia, yang dapat memainkan peran sentral dalam mencapai target net-zero nasional dan global pada tahun 2060," tambahnya.

Dalam paparannya, AHY juga menyampaikan bahwa kemajuan teknologi di sektor ini terus mendorong efisiensi dan keberlanjutan sistem perkeretaapian. Ia menilai, dengan ketepatan waktu, efisiensi energi, dan jejak karbon yang rendah, kereta api dapat menjadi pilar penting dalam sistem transportasi nasional ke depan.

#PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Index

Berita Lainnya

Index