Transportasimedia.com | PT Aero Nusantara Indonesia (ANI) resmi menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah institusi pendidikan Korea Selatan dalam bidang industri aviasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebagai bagian dari program tersebut, sebanyak 20 pelajar asal Korea Selatan mengikuti pembelajaran dan praktik lapangan perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) di fasilitas PT ANI yang berlokasi di UPBU Budiarto, Curug, Tangerang.
Program ini merupakan bagian dari Global Human Resources Development and Education Cooperation in Aviation MRO yang digagas Kementerian Pendidikan Korea Selatan. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan SDM, kompetensi, serta potensi industri aviasi. PT ANI dipercaya menjadi mitra resmi bersama Institute for Aerospace Industry-Academia Collaboration, Incheon Metropolitan City Office Education, Korea Selatan, dan PT Young Aviation. Kerja sama ini diformalkan melalui penandatanganan Multilateral MoU to Strengthen Global Talent Development and Training Cooperation in the Aircraft MRO Field pada 27 Agustus 2025.

CEO PT ANI, Capt. Otto Sigit—yang memiliki pengalaman sebagai pilot di PT Asiana Korea Selatan—menyatakan apresiasinya atas terjalinnya kemitraan tersebut. “Program ini tidak hanya memberi kesempatan bagi pelajar Korea untuk memahami MRO di Indonesia, tetapi juga membuka ruang pertukaran informasi terkait kebutuhan industri aviasi di kedua negara. Dengan demikian, peluang pengembangan industri aviasi skala global akan semakin terbuka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Capt. Otto Sigit menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat posisi PT ANI sebagai perusahaan MRO Indonesia yang telah berstandar internasional. Selama lebih dari 25 tahun, PT ANI telah berpengalaman menangani berbagai jenis pesawat, termasuk Boeing 737 Classic dan NG series, MD-80, ATR 42/72, Dornier DO328-100, hingga helikopter Bell 412. Layanan MRO mencakup heavy maintenance, line maintenance, troubleshooting, Aircraft On Ground (AOG) support, non-destructive inspection, engine inspection on/off wing, continuous airworthiness support, hingga perbaikan struktur dan aircraft painting.
Selain itu, PT ANI juga mengantongi sertifikat Approved Defence Aircraft Repair Station (ADARS) dari Kementerian Pertahanan RI serta Sertifikat Industri Pertahanan (INHAN).
Di sisi lain, VP Technical Operation PT ANI, Irwan Budi Purnawan, menilai program ini sangat relevan di tengah pemulihan industri penerbangan pascapandemi Covid-19. “Meski kondisi bisnis maskapai belum sepenuhnya pulih, permintaan perawatan pesawat tetap tinggi. Dengan pengalaman panjang dan kualitas SDM yang kami miliki, PT ANI mampu bersaing di industri aviasi MRO global,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, PT ANI menyatakan kesiapan untuk mendukung program serupa dengan berbagai negara. “Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan SDM melalui institusi pendidikan maupun industri aviasi, baik dalam negeri maupun luar negeri,” pungkas Capt. Otto Sigit. (*