Transportasi Media - PT AirAsia Indonesia Tbk melaporkan perkembangan kinerja perusahaan periode Januari–September 2025 dalam Public Expose yang digelar hari ini. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 6,03 triliun, tumbuh 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan pergerakan penumpang yang mencapai 4,44 juta penumpang serta pengaturan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam memperkuat jaringan dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Tahun ini Indonesia AirAsia menambah sejumlah rute baru, baik domestik maupun internasional, sebagai upaya memperluas jangkauan layanan. Ekspansi ini menjadi pondasi penting bagi pengembangan layanan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
.jpg)
Perluasan Jaringan Rute: Internasional dan Domestik
Sepanjang Januari–Oktober 2025, Indonesia AirAsia membuka tiga rute internasional baru:
- Denpasar–Adelaide
- Denpasar–Darwin
- Surabaya–Don Mueang
Selain itu, empat rute domestik juga dibuka:
- Jakarta–Manado
- Surabaya–Balikpapan
- Balikpapan–Berau
- Balikpapan–Tarakan
Captain Achmad menjelaskan bahwa pembukaan rute-rute tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia, tetapi juga menegaskan posisi Surabaya sebagai hub strategis. Penambahan rute internasional ke Australia dan Thailand turut memperkuat jaringan internasional yang permintaannya terus meningkat.
.jpg)
Kinerja Operasional 2025
Hingga akhir September 2025, Indonesia AirAsia telah mengoperasikan:
- 29.731 penerbangan
- 5,35 juta kapasitas kursi
- Load factor 83%
22 destinasi internasional dan 8 domestik
Dalam sembilan bulan, perusahaan mengangkut lebih dari 770 ribu wisatawan mancanegara ke Indonesia. Malaysia menjadi pasar terbesar dengan 212 ribu wisatawan, disusul Australia sebanyak 145 ribu wisatawan.
Indonesia AirAsia juga menjadi satu-satunya maskapai Indonesia yang mengoperasikan sejumlah rute unik seperti Jakarta–Phnom Penh, Jakarta–Kota Kinabalu, Jakarta–Kuching, dan Bali–Phuket.
Berdasarkan Statistik Angkutan Udara 2024, Indonesia AirAsia mempertahankan posisi sebagai maskapai dengan pangsa pasar internasional terbesar di Indonesia, yakni 12,4%.
Penghargaan dan Inisiatif 2025
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia menerima berbagai pengakuan, termasuk sertifikasi Great Place to Work® (GPTW). Secara grup, AirAsia Aviation Group juga meraih sejumlah penghargaan internasional, seperti Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia versi Skytrax dan AirlineRatings.com.
Pada tahun yang sama, Indonesia AirAsia memperkenalkan “Livery Labuan Bajo”, sebagai upaya mempromosikan potensi destinasi wisata Indonesia ke pasar internasional.
Rencana Strategis 2026
Memasuki tahun 2026, Indonesia AirAsia telah menetapkan fokus pada penguatan operasional dan pertumbuhan yang sehat berbasis profitabilitas. Sejumlah prioritas strategis meliputi:
- Perluasan jangkauan domestik untuk memperkuat konektivitas antar kota.
- Pengembangan rute internasional melalui virtual hub di Makassar.
- Penambahan armada di Medan untuk meningkatkan mobilitas penumpang ke destinasi-destinasi luar negeri.
- Optimalisasi utilisasi pesawat melalui rotasi penjadwalan yang lebih efisien untuk menekan CASK dan meningkatkan daya saing.
“Indonesia AirAsia akan memperkuat kinerja rute internasional dan terus mengoptimalkan efisiensi operasional sebagai bagian dari strategi menghadapi persaingan industri,” tutup Captain Achmad. (*)