Transportasimedia.com| PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi merampungkan ekstensi fungsional Halte Tanjung Duren, yang kini kembali beroperasi penuh sejak Minggu, 30 November 2025. Pembaruan ini menghadirkan kenyamanan lebih bagi pelanggan, sekaligus menjawab masukan publik terkait kerapnya kepadatan pada jam-jam sibuk.
Dengan keterbatasan lahan, Transjakarta berhasil memaksimalkan ruang yang tersedia melalui optimalisasi desain halte. Upaya ini menghasilkan peningkatan kapasitas hingga 35%, yang menjadi salah satu peningkatan paling signifikan pada infrastruktur halte di pusat kota dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Halte Tanjung Duren memiliki luas 46 meter persegi dengan kapasitas tampung sekitar 184 pelanggan. Setelah ekstensi, luas area bertambah menjadi 62 meter persegi dengan kapasitas mencapai sekitar 248 pelanggan. Perluasan ini dirancang untuk memperlancar arus naik-turun penumpang, mengurangi antrean, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat menunggu layanan.
Proses pembangunan berlangsung relatif cepat, dimulai pada 30 Oktober dan rampung pada 29 November 2025. Transjakarta menegaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan tanpa mengurangi standar keselamatan maupun kualitas struktur.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, mengatakan bahwa selesainya revitalisasi halte ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin baik.
“Penyelesaian Halte Tanjung Duren ini adalah wujud dari komitmen kami untuk terus berinvestasi pada peningkatan kualitas dan pengalaman pelanggan. Kami bersyukur kini dapat menyajikan ruang yang jauh lebih lapang dan nyaman. Transjakarta akan terus berinovasi dan meningkatkan fasilitas untuk memastikan mobilitas warga Jakarta menjadi semakin aman, nyaman, dan andal,” kata Ayu Wardhani, Selasa (2/12/2025).
Dengan peningkatan kapasitas dan kenyamanan yang signifikan, Halte Tanjung Duren kini diharapkan dapat semakin mendukung mobilitas warga dan mengurangi kemacetan melalui layanan transportasi publik yang lebih efisien.