Embraer mencatat pengiriman 91 pesawat pada kuartal IV 2025 dan total 244 unit sepanjang tahun, melampaui capaian 2024 dan memenuhi target perusahaan.
Transportasi Media – Produsen pesawat asal Brasil, Embraer, melaporkan pengiriman 91 unit pesawat pada kuartal IV 2025 (4Q25). Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya serta periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan resminya, Embraer menyebutkan bahwa pada 3Q25 perusahaan mengirimkan 62 pesawat, sementara pada 4Q24 tercatat 75 unit. Dengan demikian, kinerja pengiriman pada akhir 2025 menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Aviation Komersial dan Jet Eksekutif Dominasi Pengiriman
Sepanjang 4Q25, Embraer mengirimkan 32 pesawat komersial, termasuk 15 unit E195-E2, pesawat terbesar yang saat ini diproduksi Embraer di segmen tersebut. Jumlah ini melampaui pengiriman pada 3Q25 dan 4Q24 yang masing-masing mencatatkan 20 dan 31 unit.
Secara kumulatif, Aviation Komersial Embraer membukukan 78 pengiriman pesawat sepanjang 2025, sesuai dengan panduan perusahaan yang berada di kisaran 77–85 unit.
Sementara itu, segmen Jet Eksekutif mencatat kinerja lebih kuat dengan 53 unit pesawat dikirimkan pada kuartal IV. Angka ini meningkat dibandingkan 41 unit pada 3Q25 dan 44 unit pada 4Q24. Model Phenom 300 menjadi sorotan utama dengan 23 unit dikirimkan, mempertahankan posisinya sebagai jet ringan terlaris dunia selama 13 tahun berturut-turut.
Sepanjang 2025, Embraer mengirimkan 155 jet eksekutif, berada di batas atas target tahunan perusahaan yang dipatok 145–155 unit.
Total Pengiriman 2025 Lampaui Tahun Sebelumnya
Di sektor Defense and Security, Embraer mengirimkan 2 unit pesawat angkut militer KC-390 Millennium serta 4 unit A-29 Super Tucano selama 4Q25, memperkuat kontribusi segmen pertahanan terhadap total kinerja perusahaan.
Secara keseluruhan, Embraer berhasil mengirimkan 244 pesawat sepanjang 2025 dari seluruh lini bisnis—Aviation Komersial, Jet Eksekutif, serta Defense and Security. Jumlah ini melampaui 206 unit yang dikirimkan pada 2024, menegaskan tren pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan industri dirgantara global. (*)