Mudik dengan Kendaraan Listrik Kian Nyata, Konsumsi SPKLU PLN Melonjak Tajam Saat Nataru

Mudik dengan Kendaraan Listrik Kian Nyata, Konsumsi SPKLU PLN Melonjak Tajam Saat Nataru
Ilustrasi pengguna EV sedang menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk mengisi daya di salah satu SPKLU. (Dok. PLN)

PLN mencatat lonjakan 479 persen konsumsi listrik kendaraan listrik di SPKLU selama Natal dan Tahun Baru 2025/2026, menandai perubahan pola mobilitas masyarakat menuju perjalanan jarak jauh berbasis kendaraan listrik.

Transportasi Media - Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menjadi cermin perubahan besar dalam pola perjalanan nasional. Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan mobilitas jarak pendek di kawasan perkotaan, kini ceritanya berbeda. Data PT PLN (Persero) menunjukkan, kendaraan listrik mulai diandalkan untuk perjalanan jarak jauh lintas wilayah.

Selama masa Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PLN mencatat konsumsi listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melonjak hingga 479 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam rentang 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, total energi listrik yang tersalurkan melalui SPKLU mencapai 5.619 megawatt hour (MWh). Angka ini jauh melampaui realisasi Nataru 2024/2025 yang berada di level 1.174 MWh.

Lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya frekuensi pengisian daya. Selama periode Nataru, tercatat 234.136 kali pengisian kendaraan listrik, naik hampir lima kali lipat dari 48.254 kali pada musim liburan akhir tahun sebelumnya. Aktivitas ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai tren ini sebagai sinyal perubahan perilaku pengguna kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Menurutnya, momen libur panjang menjadi pembuktian bahwa kendaraan listrik kini tidak lagi terbatas untuk perjalanan harian jarak dekat.

“Pada periode Natal dan Tahun Baru, ketika mobilitas masyarakat meningkat, kendaraan listrik mulai dimanfaatkan tidak hanya untuk perjalanan jarak dekat, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh lintas wilayah, termasuk mudik dan liburan,” ujar Darmawan.

Perubahan tersebut tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur yang disiapkan PLN. Selama periode Nataru, perusahaan menyiagakan 4.648 unit SPKLU dengan dukungan 5.190 personel di seluruh Indonesia. Fokus utama berada di jalur padat Sumatra–Jawa–Bali, di mana 1.515 unit SPKLU dioperasikan—meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru sebelumnya.

Keandalan layanan pengisian daya juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi PLN Mobile menjadi salah satu penopang utama perjalanan pengguna kendaraan listrik. Fitur Trip Planner memungkinkan pengendara merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengelola antrean pengisian agar tetap tertib di tengah lonjakan mobilitas.

“Kesiapan infrastruktur dan layanan digital menjadi kunci dalam mendukung mobilitas masyarakat pengguna kendaraan listrik di tengah kepadatan perjalanan Nataru,” lanjut Darmawan.

Ke depan, PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Seiring pertumbuhan pengguna EV yang semakin masif, penguatan infrastruktur SPKLU dan layanan pendukung akan terus dilakukan di berbagai wilayah.

“Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur dan layanan pendukung di berbagai wilayah,” tutup Darmawan.

 

 

PLN, SPKLU, kendaraan listrik, EV Indonesia, Nataru 2025 2026, konsumsi listrik EV, mudik kendaraan listrik, pengisian kendaraan listrik, PLN Mobile, Trip Planner EV

#PT PLN (Persero)

Index

Berita Lainnya

Index