Transportasimedia.com| Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, mulai menghadirkan kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmen mewujudkan transportasi bandara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama dengan startup transportasi Evista yang menyediakan layanan taksi berbasis mobil listrik di kawasan bandara.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan penggunaan kendaraan listrik di lingkungan bandara sejalan dengan program pemerintah dalam menekan emisi gas rumah kaca. Menurutnya, sektor transportasi menjadi salah satu kontributor utama emisi karbon yang perlu mendapat perhatian serius.
“Ini merupakan langkah perlahan Bandara Internasional Juanda untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi produksi gas karbon di wilayah kerja kami,” ujar Tohir, dikutip, Kamis (8/1/2026).
Tohir menegaskan, Bandara Juanda akan terus mendorong berbagai inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kehadiran transportasi listrik di area bandara tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga memperkuat citra bandara sebagai simpul transportasi modern yang peduli lingkungan.
Selain aspek lingkungan, layanan taksi listrik ini juga dihadirkan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi penumpang. Evista menawarkan alternatif transportasi bandara yang lebih senyap, nyaman, dan rendah emisi bagi pengguna jasa penerbangan yang tiba di Bandara Juanda.
“Layanan ini memberikan pilihan transportasi ramah lingkungan bagi penumpang, sekaligus memperkuat layanan bandara,” kata Tohir.
Ia menambahkan, Evista juga menyediakan layanan premium menggunakan mobil listrik BYD Denza D9 yang menyasar segmen penumpang kelas atas. Layanan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan penumpang yang menginginkan transportasi eksklusif tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.
“Evista dapat mengakomodasi permintaan transportasi premium yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Evista Erlang Hadiwiguna menilai kehadiran layanan mobil listrik di Bandara Internasional Juanda sebagai langkah strategis perusahaan, mengingat bandara ini merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia.
“Saat ini kami menyiapkan sekitar 15 unit kendaraan listrik untuk melayani penumpang Bandara Juanda, terdiri dari 10 unit BYD M6 dan lima unit BYD Denza D9 untuk layanan elit atau premium,” jelas Erlang.
Erlang menegaskan, seluruh armada Evista beroperasi setiap hari mengikuti jam operasional bandara, mulai dari penerbangan pertama hingga penerbangan terakhir. Perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan mobilitas bandara yang tepat waktu, nyaman, dan selaras dengan agenda transisi energi bersih.
“Kami siap memberikan layanan mobilitas bandara yang nyaman dan ramah lingkungan sesuai dengan jadwal operasional Bandara Juanda,” tutupnya.