Transportasimedia.com| Manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi Stasiun Glodok dan Stasiun Kota akan diberlakukan seiring berlanjutnya pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203. Sejumlah pengendara dihimbau untuk menghindari lalu lintas di area tersebut.
Rekayasa arus kendaraan ini dilaksanakan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor pelaksana Sumitomo Mitsui Construction Company–Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO), hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta serta Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
"Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk mendukung pekerjaan konstruksi stasiun dan terowongan bawah tanah, sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan terdampak," seperti dikutip dalam laman resmi MRT Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Untuk Stasiun Kota, rekayasa lalu lintas memasuki Tahap 7 yang berlangsung pada 10 Januari hingga 15 Juli 2026. Area konstruksi berada di sekitar persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, meliputi pekerjaan struktur bawah tanah stasiun dan pintu masuk (entrance), yang akan dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektur serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Pada tahap ini, arus lalu lintas di Jalan Pintu Besar Selatan tetap diberlakukan dua arah dengan sejumlah penyesuaian. Penggunaan badan jalan di sisi utara yang sebelumnya berada di sisi barat dialihkan ke sisi timur, dengan konfigurasi satu lajur ke arah selatan dan satu lajur ke arah utara. Pengaturan ini diprioritaskan untuk Transjakarta, penghuni, serta konsumen toko di sepanjang Jalan Pintu Besar Selatan. Namun demikian, jalan tersebut dapat dibuka untuk umum secara situasional apabila terjadi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Pancoran.
Sementara itu, sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan secara terbatas bagi kendaraan kecil milik penghuni dan pengunjung toko, dengan pergerakan dari arah selatan ke utara. Di kawasan persimpangan Jalan Asemka, tepatnya lintas atas (fly over) menuju Jalan Jembatan Batu, akan terjadi penyempitan jalan akibat area pekerjaan. Konfigurasi lajur yang semula tiga lajur dari arah barat akan berkurang menjadi dua lajur. Penyempitan serupa juga terjadi pada fly over dari arah Jalan Jembatan Batu menuju Jalan Asemka, dengan pergeseran arah kendaraan sedikit ke kanan median jalan.
Adapun di Stasiun Glodok, manajemen rekayasa lalu lintas masih mengikuti Tahap 3.2 yang berlangsung pada 21 September 2025 hingga 13 Juli 2026. Pada tahap ini, lalu lintas dua arah di sekitar area pembangunan Stasiun Glodok diberlakukan dengan sistem contraflow di Jalan Gajah Mada.
Stasiun Glodok dan Stasiun Kota merupakan bagian dari proyek strategis MRT Jakarta Fase 2A CP203, yang juga mencakup pembangunan terowongan sepanjang 690 meter. Total panjang jalur pada paket pekerjaan ini mencapai sekitar 1,4 kilometer, membentang dari kawasan Mangga Besar hingga Kota Tua.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Perusahaan juga mengharapkan pengertian serta dukungan publik demi kelancaran proyek transportasi massal tersebut. Untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, MRT Jakarta memastikan pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum, serta mengimbau masyarakat dan pengguna angkutan umum untuk selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.