Transjakarta Perkuat Transportasi Ramah Perempuan dan Anak

Transjakarta Perkuat Transportasi Ramah Perempuan dan Anak
Dok Transjakarta

Transportasimedia.com| PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus mempertegas perannya sebagai penyedia transportasi publik yang aman, inklusif, dan berperspektif gender. Memasuki awal 2026, Transjakarta menguatkan komitmen menghadirkan layanan ramah perempuan dan anak melalui kolaborasi strategis bersama Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran Direksi Transjakarta dan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, di Jakarta Pusat. Sinergi ini diarahkan untuk memastikan seluruh ekosistem layanan Transjakarta menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa prinsip ramah perempuan dan anak bukan sekadar pelengkap layanan, melainkan standar utama yang terus diperkuat. Saat ini, Transjakarta telah menyediakan ruang khusus perempuan di setiap armada, termasuk pengoperasian bus khusus perempuan berwarna merah muda di sejumlah rute dengan tingkat kepadatan tinggi.

“Kami ingin setiap perempuan merasa tenang dan terlindungi sejak melangkah masuk ke dalam bus. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga komitmen nilai,” ujar Welfizon, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, komitmen tersebut juga tercermin dalam pilar keberlanjutan perusahaan, khususnya kesetaraan gender di lingkungan kerja. Transjakarta menargetkan peningkatan signifikan jumlah pramudi perempuan dalam tiga tahun ke depan.

“Saat ini pramudi perempuan masih di kisaran 2–3 persen. Ke depan, kami menargetkan 20–30 persen. Ini adalah upaya mendobrak stigma dan membuktikan bahwa perempuan mampu memegang peran strategis di sektor transportasi publik,” katanya.

Di sisi keamanan, Transjakarta menghadirkan inovasi melalui pembentukan Lentera, satuan tugas berbasis relawan yang fokus pada pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di transportasi publik. Program ini ke depan akan dikembangkan menjadi gerakan berbasis masyarakat agar pengawasan dan kepedulian semakin luas dan partisipatif.

Tak hanya berfokus pada perjalanan pelanggan, Transjakarta juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pembangunan fasilitas daycare di Kantor Pusat Cawang.

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, mengatakan fasilitas ini menjadi langkah awal untuk mendukung ibu bekerja dan pelanggan yang membawa anak.

“Kami menyediakan ruang asuh yang aman dan nyaman bagi anak usia 2–6 tahun. Ke depan, fasilitas ini akan dikembangkan secara bertahap di halte-halte strategis,” ujar Mayangsari.

Langkah Transjakarta ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Ia menyoroti pentingnya penguatan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) yang telah tersedia di 69 titik halte sejak 2019, seiring tingginya jumlah pelanggan perempuan.

“Kerja sama ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya. Dengan pelatihan rutin bagi petugas pramusapa dalam menangani kasus kekerasan, kita membangun sistem perlindungan yang kuat di transportasi publik,” tegas Dwi Oktavia.

Melalui berbagai langkah progresif tersebut, Transjakarta tak sekadar menghubungkan titik perjalanan warga Jakarta, tetapi juga membangun budaya transportasi publik yang menjunjung tinggi rasa aman, kesetaraan, dan martabat setiap manusia.

Berita Lainnya

Index