Kinerja Moncer 2025, Embraer Catat Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kinerja Moncer 2025, Embraer Catat Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Produsen pesawat asal Brasil, Embraer, mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025 dengan pendapatan tahunan mencapai US$7,578 miliar. (Dok. Embraer)

Produsen pesawat Brasil, Embraer, mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 sebesar US$7,6 miliar dengan backlog pesanan mencapai US$31,6 miliar serta proyeksi pengiriman pesawat meningkat pada 2026.

Transportasi Media - Produsen pesawat asal Brasil, Embraer, mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025 dengan pendapatan tahunan mencapai US$7,578 miliar, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. 

Pertumbuhan ini ditopang oleh performa kuat di segmen Defense & Security serta Executive Aviation, yang masing-masing mencatat kenaikan pendapatan sebesar 36% dan 25% secara tahunan. 

Pada kuartal keempat 2025 saja, Embraer membukukan pendapatan US$2,652 miliar dengan laba operasional (Adjusted EBIT) sebesar US$230,9 juta atau margin 8,7%. Untuk keseluruhan tahun, laba operasional yang disesuaikan mencapai US$656,8 juta dengan margin yang sama, melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan. 

Pengiriman Pesawat Naik 18%

Sepanjang 2025, Embraer berhasil mengirimkan 244 pesawat, meningkat 18% dibandingkan 206 unit pada 2024. 

Rinciannya meliputi 78 jet komersial (44 seri E2 dan 34 seri E1); 155 jet eksekutif (86 light jets dan 69 medium jets); 11 pesawat pertahanan, termasuk 3 unit KC-390 Millennium; dan 8 unit A-29 Super Tucano.

Sementara pada kuartal keempat 2025 saja, perusahaan mengirimkan 91 pesawat, terdiri dari 32 jet komersial, 53 jet eksekutif, dan 6 pesawat pertahanan. 

Backlog Pesanan Sentuh Rekor

Embraer juga melaporkan firm order backlog sebesar US$31,6 miliar pada akhir kuartal keempat 2025, meningkat lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah perusahaan. 

Pertumbuhan terbesar datang dari segmen Commercial Aviation, dengan rasio book-to-bill 2,8 kali pada platform pesawat E175 dan E2, yang mendorong peningkatan backlog hingga 42% secara tahunan. 

Arus Kas dan Posisi Keuangan Menguat

Dari sisi arus kas, perusahaan mencatat adjusted free cash flow sebesar US$491,2 juta pada 2025, didorong oleh meningkatnya jumlah pengiriman pesawat. Kinerja tersebut membuat Embraer menutup tahun dengan posisi kas bersih US$109,3 juta (tidak termasuk unit Eve Air Mobility). 

Strategi pengelolaan kewajiban yang diterapkan juga berhasil memperpanjang rata-rata jatuh tempo pinjaman perusahaan menjadi 9,1 tahun pada 4Q25, dibandingkan 3,7 tahun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Proyeksi 2026

Untuk 2026, Embraer menargetkan peningkatan produksi dan pengiriman pesawat. Perusahaan memproyeksikan 80–85 jet komersial dikirimkan; 160–170 jet eksekutif dikirimkan;  Pendapatan US$8,2–US$8,5 miliar; dan Margin EBIT disesuaikan 8,7%–9,3%.

Perusahaan juga memperkirakan free cash flow minimal US$200 juta, meskipun menghadapi tantangan seperti tarif impor Amerika Serikat yang mencapai 10%. (*)

#Embraer

Index

Berita Lainnya

Index