Jumlah pengguna tiket online Ferizy milik ASDP tembus 3,5 juta di awal 2026. ASDP perluas layanan digital ke 10 pelabuhan tambahan.
Transportasi Media - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat jumlah pengguna layanan tiket online Ferizy menembus 3,50 juta orang pada awal 2026. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem penyeberangan berbasis digital.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam melakukan transformasi layanan penyeberangan nasional melalui digitalisasi.
“Capaian ini menunjukkan Ferizy telah menjadi bagian dari perubahan besar layanan penyeberangan nasional. Bukan hanya sistem tiket digital, tetapi fondasi transformasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Heru.
Data ASDP menunjukkan, jumlah pengguna Ferizy pada Januari 2026 meningkat 61.980 orang dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 3,44 juta pengguna. Pertumbuhan ini menandakan semakin luasnya adopsi layanan digital di lintasan penyeberangan nasional.
Saat ini, Ferizy telah diimplementasikan di 58 pelabuhan di seluruh Indonesia. Sepanjang 2026, ASDP menargetkan perluasan layanan ke 10 pelabuhan tambahan guna memperluas akses layanan digital bagi pengguna jasa penyeberangan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan digitalisasi melalui Ferizy memberikan kemudahan bagi masyarakat karena pemesanan tiket dapat dilakukan tanpa mengantre di pelabuhan. Tiket dikirim melalui WhatsApp maupun email serta didukung berbagai metode pembayaran digital yang aman dan fleksibel.
Menurut Windy, sistem tiket digital juga membantu perusahaan dalam mengatur arus kendaraan dan penumpang secara lebih terencana, terutama menjelang Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan trafik.
“Peningkatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, hingga kualitas interaksi petugas di lapangan. Nilai #MelayaniSepenuhHati menjadi fondasi budaya pelayanan ASDP,” kata Windy.
Ferizy memungkinkan pemesanan tiket hingga H-60 sebelum keberangkatan. Fitur ini mendukung ketepatan jadwal kapal, efisiensi operasional pelabuhan, serta keselamatan perjalanan melalui pengaturan trafik yang lebih terukur.
Dari sisi operasional, ASDP menyiapkan 75 kapal di lintasan Merak–Bakauheni yang didukung Dermaga Express, peningkatan kapasitas Dermaga Ciwandan, serta pelabuhan contingency. Sementara itu, di lintasan Ketapang–Gilimanuk, sebanyak 56 kapal dioperasikan, termasuk kapal berkapasitas besar.
ASDP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Ferizy sebagai platform layanan penyeberangan nasional yang andal, modern, dan berkelanjutan melalui penguatan digitalisasi dan kesiapan operasional. (*)