Transportasimedia.com| Toyota RAV4 generasi keenam (XA60) resmi melengkapi jajaran produknya dengan menghadirkan varian plug-in hybrid (PHEV). Model ini langsung mencuri perhatian karena menawarkan performa buas, teknologi canggih, namun dengan banderol yang masih tergolong kompetitif di kelasnya.
SUV andalan Toyota Motor Corporation tersebut akan tersedia dalam dua grade, yakni Z dan GR Sport, dan dijadwalkan meluncur di pasar domestik Jepang pada 9 Maret 2026.
Secara tampilan, varian Z PHEV tampil elegan dengan sentuhan aksen piano black di bumper bawah depan, trim LED, hingga lengkung roda. Kesan modern dan premium langsung terasa tanpa terlihat berlebihan.
Sementara itu, varian GR Sport hadir lebih agresif. Tambahan front lip spoiler dan wing-type rear spoiler bukan sekadar pemanis visual, tetapi dirancang untuk meningkatkan downforce dan stabilitas pada berbagai kecepatan. Bukan hanya gaya, tapi juga fungsi.
GR Sport juga dibekali GR performance dampers untuk mengurangi deformasi bodi saat melaju, meminimalkan gejala torsional, serta meningkatkan kestabilan. GR braces di suspensi belakang memperkuat struktur dan meningkatkan rasa kemudi. Sistem electric power steering (EPS) pun telah disetel ulang agar lebih responsif dan presisi.
Tenaga Lebih Besar, Efisiensi Lebih Baik
Di balik kapnya, RAV4 PHEV mengusung mesin 2.5 liter empat silinder A25A-FXS yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid terbaru. Untuk varian AWD, tenaga maksimalnya mencapai 329 PS (324 hp), jauh melampaui versi hybrid (HEV) AWD yang hanya 241 PS.
Lonjakan performa ini membuat RAV4 PHEV bukan sekadar SUV ramah lingkungan, tetapi juga bertenaga dan siap diajak berakselerasi cepat.
Kemampuan jelajah listrik murni (EV mode) juga meningkat signifikan. Kini mampu menempuh hingga 150 km dalam sekali pengisian penuh, naik dari sebelumnya 95 km. Peningkatan ini didukung baterai berkapasitas 22,7 kWh dan penggunaan semikonduktor silicon carbide (SiC) pada power control unit (PCU) untuk mengurangi kehilangan daya.
Pengisian daya pun fleksibel, mendukung DC fast charging hingga 50 kW serta AC charging maksimal 11 kW.
Bisa Jadi “Genset Berjalan”
Salah satu fitur paling menarik adalah sistem vehicle-to-load (V2L). RAV4 PHEV dapat menjadi sumber listrik eksternal hingga 1.500 watt melalui port pengisian atau stopkontak di bagasi.
Dalam mode HV power supply, kendaraan ini mampu menyuplai daya hingga 6,5 hari dengan beban 400 watt saat baterai dan tangki penuh. Bahkan bisa mencapai tujuh hari dalam mode prioritas suplai daya. Fitur ini membuatnya ideal untuk kebutuhan darurat, aktivitas outdoor, hingga situasi bencana.
Harga Murah
Di Jepang, RAV4 PHEV dibanderol mulai 6 juta yen atau sekitar Rp654 juta untuk varian Z. Sementara varian tertinggi GR Sport dijual mulai 6,3 juta yen atau sekitar Rp688 juta termasuk pajak konsumsi setempat.
Dengan tenaga 329 PS, jarak tempuh listrik 150 km, fitur V2L, serta penyempurnaan sasis dan handling, harga tersebut tergolong kompetitif untuk SUV PHEV performa tinggi di kelasnya.
Toyota menargetkan penjualan sekitar 700 unit per bulan di pasar domestik Jepang. Jika melihat kombinasi desain sporty, performa kuat, efisiensi tinggi, dan teknologi lengkap, RAV4 PHEV generasi terbaru ini memang pantas disebut keren dan relatif “murah” untuk spesifikasi yang ditawarkan.
