SIG Catat Kinerja Positif Kuartal III 2025, Perkuat Pasar Domestik dan Regional di Tengah Tantangan Industri

Minggu, 02 November 2025 | 19:05:42 WIB
Proses pemuatan zak semen di dalam palka atau lambung kapal distribusi di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Dok. SIG)

Transportasimedia.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan kinerja keuangan konsolidasi tidak diaudit (unaudited) untuk periode Januari hingga September 2025 dengan hasil yang menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih tertekan.

Dalam laporan tersebut, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 27,46 juta ton, dengan pendapatan mencapai Rp25,30 triliun dan beban pokok pendapatan sebesar Rp20,31 triliun.

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp3,28 triliun, dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp114,84 miliar.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan perusahaan, baik di pasar domestik maupun regional.

“Selain melakukan transformasi dalam pengelolaan pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar regional untuk menjaga kinerja perusahaan tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang terkontraksi,” ungkap Vita.

Hingga kuartal III 2025, SIG berhasil mencatatkan penjualan regional sebesar 6,08 juta ton, meningkat 18% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 5,16 juta ton.

Peningkatan ini menegaskan posisi SIG sebagai pemain utama di pasar regional yang terus tumbuh.

Di sisi lain, SIG tetap berfokus memperkuat dominasi di pasar domestik melalui pengelolaan pasar mikro dan partisipasi aktif dalam berbagai proyek nasional strategis.

Upaya tersebut memberikan hasil positif, terlihat dari peningkatan penjualan yang konsisten di kuartal III, yang berkontribusi signifikan terhadap total penjualan dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Dari sisi efisiensi, SIG juga berhasil menekan berbagai pos biaya melalui penerapan strategi operational excellence yang berkelanjutan.

Beban pokok pendapatan turun 0,6% yoy, sementara beban operasional (di luar pendapatan dan beban operasional lainnya) berhasil ditekan 2,3% yoy.

Tak hanya itu, berkat pengelolaan keuangan yang disiplin, biaya keuangan bersih menurun hingga 35,5% yoy, memperkuat kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Vita menegaskan bahwa berbagai inisiatif strategis tersebut berperan penting dalam menjaga profitabilitas SIG sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

“Dengan terus bersikap adaptif dan inovatif, SIG optimistis dapat mempertahankan profitabilitas dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vita menjelaskan bahwa SIG secara konsisten mendorong penggunaan semen rendah karbon serta produk turunannya sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“SIG memiliki beragam solusi bahan bangunan yang inovatif dan ramah lingkungan untuk berbagai jenis pembangunan, sehingga memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam menentukan pilihan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

SIG juga menyambut positif berbagai program pemerintah yang dinilai dapat menjadi katalis peningkatan permintaan semen dan bahan bangunan, seperti program pembangunan 3 juta rumah, proyek giant sea wall, serta pembangunan fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

“Dengan beragam produk semen dan turunannya yang inovatif serta dukungan jaringan distribusi yang luas, SIG siap berkontribusi dalam mendukung kesuksesan proyek-proyek pembangunan di seluruh wilayah Indonesia,” tutup Vita Mahreyni. (*)

Tags

Terkini