Pertamina Tutup Satgas Nataru 2025–2026, Siap Tingkatkan Kesiapan Energi Ramadan dan Idulfitri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:50:22 WIB
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius dalam acara Penutupan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1). (Dok. Pertamina)

Pertamina menutup Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan hasil positif. Keberhasilan ini menjadi acuan penguatan layanan dan pasokan energi menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Transportasi Media - PT Pertamina (Persero) resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru). Pelaksanaan satgas tersebut dinilai berjalan sukses, lancar, dan terkendali dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional selama periode libur akhir tahun.

Keberhasilan Satgas Nataru ini akan menjadi tolok ukur bagi Pertamina dalam mempersiapkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, dengan fokus pada penguatan layanan, keandalan sarana dan fasilitas, serta perencanaan operasional yang lebih matang.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius, menyampaikan hal tersebut dalam acara Penutupan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1).

“Melayani sepenuh hati menggambarkan perjalanan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi Pertamina. Di saat sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati liburan, Perwira Pertamina tetap siaga untuk mengamankan energi bagi Indonesia,” ujar Simon.

Simon mengungkapkan, terdapat tiga faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Satgas Nataru. Pertama, kesiapan infrastruktur dan logistik energi yang mampu mengantisipasi lonjakan permintaan. Kedua, pemantauan harian yang menjadi dasar pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Ketiga, koordinasi lintas fungsi serta lintas subholding yang memastikan kelancaran operasional.

Selama periode Satgas Nataru yang berlangsung pada 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026, permintaan energi tercatat mengalami peningkatan. Konsumsi Gasoline atau BBM jenis Pertamax Series naik sekitar 1 persen dibandingkan rata-rata konsumsi September–Oktober 2025. Sementara itu, konsumsi Gasoil atau BBM jenis Solar dan Dex Series relatif stabil.

Permintaan Avtur sebagai bahan bakar pesawat udara meningkat sekitar 4 persen. Peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi kebijakan diskon Avtur di 37 bandara yang dilakukan Pertamina untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga tiket pesawat.

Selain itu, konsumsi LPG juga tumbuh sekitar 4 persen seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga serta sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) selama libur Natal dan Tahun Baru.

Pertumbuhan juga tercatat pada lini bisnis energi lainnya. Penggunaan kapal distribusi meningkat dengan jumlah kapal yang beroperasi lebih banyak dibandingkan periode sebelum Satgas Nataru. Sementara distribusi gas melalui jaringan gas untuk pelanggan kecil dan komersial industri mencatat pertumbuhan hingga 14 persen dibandingkan pelaksanaan Satgas Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.

Simon menambahkan, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H diperkirakan akan lebih intens dengan lonjakan kebutuhan energi yang lebih besar, mobilitas masyarakat yang meningkat, serta kompleksitas distribusi secara nasional.

Untuk itu, Pertamina akan melakukan persiapan lebih dini dengan memperkuat layanan dan pasokan energi, memastikan keandalan sarana dan fasilitas, serta mengoptimalkan sistem monitoring digital dan analisis pengelolaan data.

“Pertamina akan terus hadir memastikan energi tersedia, aman, dan berkelanjutan, dengan satu komitmen yakni melayani dengan sepenuh hati,” tegas Simon.

Acara penutupan Satgas Natal dan Tahun Baru tersebut turut dihadiri jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) serta manajemen subholding Pertamina. (*)

Tags

Terkini