Bahlil Buka Peluang Insentif Konversi Motor Listrik Dilanjutkan

Bahlil Buka Peluang Insentif Konversi Motor Listrik Dilanjutkan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Transportasi Media | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), salah satunya melalui percepatan konversi kendaraan listrik. Hal tersebut ia ungkapkan di Kementerian ESDM, dikutip pada Senin, (13/04/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah berencana memberikan berbagai insentif untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian pasokan energi global serta fluktuasi harga minyak dunia.

“Konversi ini kan bagian dari strategi untuk mengalihkan kendaraan, khususnya motor dan mobil, dari bensin ke baterai. Ini jangka panjang untuk mengurangi polusi kita juga, karena ini bagian dari energi baru terbarukan,” ujar Bahlil.

Menurutnya, pemerintah akan mengambil peran dalam mendukung masyarakat selama proses transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penyediaan insentif guna meringankan beban masyarakat dalam melakukan konversi.

“Nah, sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah,” katanya.

Selain mendorong konversi kendaraan listrik, pemerintah juga mempercepat pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi. Kebijakan tersebut dilakukan melalui peningkatan campuran biodiesel dan bioetanol pada bahan bakar.

Pemerintah menargetkan peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50, serta mendorong penerapan bioetanol E20 pada bahan bakar jenis bensin. Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.

“Karena kalau harga minyak fosil bisa melampaui US$100 per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending. Untuk diesel, dari B40 sekarang menjadi B50. Atau kita bikin mandatori untuk bensin dan itu lebih bersih,” ujarnya.

 

#Motor Listrik

Index

Berita Lainnya

Index