Peluncuran Buku Autobiografi Satya Widya Yudha Angkat Gagasan Energi dan Pengabdian

Peluncuran Buku Autobiografi Satya Widya Yudha Angkat Gagasan Energi dan Pengabdian
Satya Widya Yudha meluncurkan buku autobiografi “Jejak Langkah” di Jakarta, mengangkat perjalanan hidup, gagasan energi, demokrasi, dan perubahan iklim. (Dok. Transportasi Media)

Satya Widya Yudha meluncurkan buku autobiografi “Jejak Langkah” di Jakarta, mengangkat perjalanan hidup, gagasan energi, demokrasi, dan perubahan iklim.

Transportasi Media - Satya Widya Yudha resmi meluncurkan buku autobiografi berjudul “Jejak Langkah Satya Widya Yudha — Pengabdian Tanpa Batas”, di Parle, Jakarta pada Jumat (10/4/2026). Buku ini memuat perjalanan hidup sekaligus pemikiran strategisnya terkait energi, demokrasi, dan perubahan iklim. 

Diterbitkan oleh Pusat Profil dan Biografi Indonesia, buku tersebut menjadi dokumentasi perjalanan panjang seorang profesional di sektor minyak dan gas yang memilih beralih ke pengabdian publik. Selain kisah personal, karya ini juga menyoroti isu-isu strategis yang relevan bagi masa depan Indonesia. 

Dalam peluncuran, Satya menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian individu, tetapi juga dari kontribusi bagi bangsa. Keputusan meninggalkan karier di perusahaan multinasional menjadi titik penting dalam hidupnya, sekaligus pesan inspiratif bagi generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman. 

 

 

Buku ini juga lahir dari dorongan keluarga, termasuk sang istri dan anak-anaknya, yang menjadi sumber motivasi utama selama proses penulisan. Satya mengakui proses tersebut tidak mudah, mulai dari memilah pengalaman hingga menghadapi keraguan dalam menyusun narasi hidupnya. 

Berbeda dari buku motivasi pada umumnya, Jejak Langkah tidak dimaksudkan sebagai panduan sukses, melainkan refleksi perjalanan hidup yang sarat pembelajaran. Sekitar 40 persen pengalaman hidupnya dirangkum dalam buku ini, dengan fokus pada momen-momen penting yang memiliki nilai inspiratif. 

Sebagai anggota Dewan Energi Nasional, Satya juga menuangkan pandangannya mengenai politik energi, demokrasi, dan tantangan perubahan iklim. Perspektif tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan di Indonesia. 

Proses penulisan buku ini memakan waktu lebih dari empat tahun dan menjadi perjalanan emosional bagi Satya. Ia berharap buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi pribadi, tetapi juga warisan pemikiran bagi generasi mendatang. (*)

 

#Satya Widya Yudha

Index

Berita Lainnya

Index