Indonesia Masuk Tiga Besar Serangan Siber di Asia Tenggara Versi Kaspersky

Indonesia Masuk Tiga Besar Serangan Siber di Asia Tenggara Versi Kaspersky
Dok. Kaspersky

Kaspersky mencatat lebih dari 18 juta serangan web terhadap bisnis di Asia Tenggara sepanjang 2025, dengan Vietnam, Malaysia, dan Indonesia sebagai negara terdampak terbesar.

Transportasi Media - Kaspersky melaporkan telah memblokir lebih dari 18 juta serangan siber berbasis web yang menargetkan pengguna bisnis di kawasan Asia Tenggara sepanjang 2025. Temuan ini menegaskan tingginya risiko keamanan digital di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital regional.

Serangan berbasis web tersebut mencakup berbagai bentuk ancaman, seperti situs yang diretas, unduhan berbahaya, hingga upaya akses ilegal ke sistem perusahaan. Ancaman ini berpotensi menyebabkan kebocoran data, gangguan operasional, hingga kerugian finansial.

Secara rinci, Vietnam mencatat jumlah serangan tertinggi dengan lebih dari 8,4 juta insiden, disusul Malaysia sekitar 3,3 juta kasus, serta Indonesia dengan lebih dari 3 juta serangan. Sementara itu, Thailand dan Singapura masing-masing juga mencatat lebih dari satu juta serangan sepanjang tahun.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menyebut meski jumlah total ancaman cenderung menurun, terdapat peningkatan serangan yang lebih terarah di sejumlah negara seperti Singapura dan Vietnam. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesiapan dan investasi perusahaan dalam sistem keamanan siber.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital turut menjadi faktor pendorong meningkatnya risiko serangan. Nilai ekonomi digital Asia Tenggara saat ini diperkirakan mencapai US$300 miliar dan diproyeksikan menembus US$1 triliun pada 2030.

Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman, perusahaan di kawasan ini diperkirakan akan terus meningkatkan belanja teknologi, termasuk untuk solusi keamanan siber. Investasi tersebut dinilai penting untuk melindungi sistem dari serangan yang semakin canggih.

Untuk mengurangi risiko, Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah, antara lain rutin memperbarui sistem dan aplikasi, menggunakan kata sandi kuat serta autentikasi dua faktor, hingga memanfaatkan solusi keamanan terintegrasi seperti Managed Detection and Response (MDR).

Dengan lanskap ancaman yang terus berkembang, perusahaan di Asia Tenggara dituntut untuk lebih adaptif dalam memperkuat pertahanan digital guna menjaga keberlangsungan bisnis di era ekonomi berbasis teknologi. (*)

#Kaspersky

Index

Berita Lainnya

Index