Penggunaan Listrik Darat Kurangi Emisi Kapal di Pelabuhan Militer

Penggunaan Listrik Darat Kurangi Emisi Kapal di Pelabuhan Militer
PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) mengoperasikan teknologi Onshore Power Supply (OPS) di Pangkalan Komando Armada II (Koarmada II).

Transportasi Media | PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) mengoperasikan teknologi Onshore Power Supply (OPS) di Pangkalan Komando Armada II (Koarmada II) sebagai bagian dari penyediaan pasokan listrik darat bagi kapal perang yang sedang bersandar. Implementasi ini merupakan hasil kerja sama antara Mabes TNI Angkatan Laut dan PLN Group dalam mendukung operasional pangkalan militer yang lebih efisien dan berwawasan lingkungan.

Teknologi OPS telah beroperasi penuh di tiga dermaga utama Koarmada II. Sistem ini memungkinkan kapal memperoleh suplai listrik langsung dari darat, sehingga mesin diesel kapal dapat dimatikan selama masa sandar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesiapan operasional armada sekaligus memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L).

Secara teknis, instalasi OPS di Koarmada II menggunakan converter berkapasitas 4.000 kVA dengan suplai daya stabil hingga 3.000 kW. Sistem ini dirancang untuk melayani kebutuhan listrik kapal perang secara bersamaan, termasuk kapal berukuran besar seperti KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi. Infrastruktur pendukung yang dibangun mencakup jaringan kabel bawah tanah serta gardu compact sebagai bagian dari sistem distribusi listrik di area dermaga.

Penggunaan OPS memungkinkan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama kapal berada di pelabuhan. Selain itu, sistem ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon di area pangkalan karena mesin utama kapal tidak beroperasi saat sandar.

PLN MCTN menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur energi di lingkungan pertahanan yang mengedepankan efisiensi operasional serta pemanfaatan energi yang lebih bersih. Implementasi OPS juga dipandang sebagai langkah menuju modernisasi fasilitas pangkalan militer yang terintegrasi dengan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Direktur Aset, Operasi & Pemeliharaan PLN MCTN, Radpandji Edy Widjaya, menyampaikan bahwa penggunaan OPS tidak hanya berfungsi sebagai penyedia listrik darat, tetapi juga mendukung efisiensi energi dalam operasional militer. Ia menyatakan, “Implementasi OPS di Koarmada II ini bukan sekadar penyediaan listrik, melainkan sebuah transformasi strategis dalam mendukung kesiapan tempur TNI AL melalui efisiensi energi. Dengan teknologi ini, kita mampu menekan biaya operasional BBM hingga 60 persen dan mereduksi emisi karbon secara signifikan di area pangkalan.”

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PLN MCTN berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung keandalan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta pengembangan pangkalan militer yang terintegrasi dengan sistem energi berkelanjutan.

Implementasi OPS di Koarmada II menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi kelistrikan di sektor pertahanan yang mengintegrasikan efisiensi energi, pengurangan emisi, serta peningkatan keandalan operasional pangkalan militer.

#emisi kapal laut

Index

Berita Lainnya

Index