Angka Kecelakaan Turun, DPR Apresiasi Kinerja Kemenhub Saat Lebaran 2026

Angka Kecelakaan Turun, DPR Apresiasi Kinerja Kemenhub Saat Lebaran 2026
DPR RI memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang dinilai berjalan lebih baik, terutama dari sisi keselamatan. (Dok. Kemenhub)

DPR RI mengapresiasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 oleh Kemenhub setelah angka kecelakaan turun 6,31 persen dan fatalitas menurun 31,19 persen.

Transportasi Media - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang dinilai berjalan lebih baik, terutama dari sisi keselamatan. Peningkatan ini ditandai dengan turunnya angka kecelakaan lalu lintas sebesar 6,31 persen serta penurunan fatalitas hingga 31,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator penting keberhasilan pengelolaan transportasi nasional selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Apresiasi DPR RI disampaikan dalam Rapat Kerja evaluasi pelaksanaan infrastruktur dan layanan transportasi yang digelar di Senayan, Senin (13/4). Dalam forum tersebut, pemerintah dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan risiko kecelakaan.

Menhub Dudy menegaskan pihaknya akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan, termasuk pada aspek keselamatan, pelayanan, serta penguatan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan transportasi.

Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 didukung berbagai kebijakan lintas sektor, seperti pengaturan lalu lintas, pembatasan angkutan barang, pelaksanaan ramp check, penyelenggaraan posko terpadu, hingga program mudik gratis dan pemberian insentif diskon tarif transportasi.

Selain aspek keselamatan, Kemenhub juga mencatat peningkatan jumlah pengguna angkutan umum yang mencapai 23,73 juta orang atau naik 11,79 persen dibandingkan tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada angkutan penyeberangan sebesar 17,05 persen, diikuti angkutan jalan 14,95 persen, dan kereta api antarkota 13,14 persen.

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) turut berkontribusi dalam mengurai kepadatan, dengan penurunan puncak arus mudik sebesar 17,94 persen dan arus balik 10,57 persen. Sementara itu, program mudik gratis dinilai efektif karena 78,57 persen peserta beralih dari kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap layanan transportasi selama periode ini tercatat 82,15 atau berada dalam kategori baik. Ke depan, Kemenhub memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi nasional. (*)

#Kementerian Perhubungan

Index

Berita Lainnya

Index