Trnasportasimedia.com| Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno melalui gelaran “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, Jumat (20/2). Momentum ini menjadi ruang refleksi atas berbagai capaian, termasuk di sektor transportasi yang menjadi salah satu pekerjaan rumah klasik Ibu Kota.
Dalam paparannya, Pramono menegaskan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global harus ditopang sistem transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau. Di tengah tantangan kemacetan yang belum sepenuhnya terurai, Pemprov DKI mengarahkan kebijakan pada perluasan konektivitas antarmoda serta penguatan layanan angkutan umum hingga ke wilayah penyangga.
Sementara itu, Rano Karno menyebutkan, mayoritas program Quick Win di tahun pertama telah dituntaskan, termasuk langkah-langkah strategis di sektor transportasi. Pemerintah, kata dia, menyadari bahwa pembenahan kemacetan tidak bisa dilakukan secara instan, namun fondasi integrasi dan ekspansi layanan sudah mulai dibangun untuk memperkuat mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya.
Capaian Satu Tahun Sektor Transportasi
Perluasan Rute Transjabodetabek
Pemprov DKI membuka dan memperkuat rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga seperti Alam Sutera, Ciputat, Bogor, Bekasi, Cengkareng, hingga Sawangan, Depok. Langkah ini ditujukan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi dari wilayah suburban.
Rute Baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta
Dalam waktu dekat, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan resmi beroperasi dengan tarif Rp3.500. Kebijakan tarif terjangkau ini diharapkan menjadi insentif bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.
Penguatan Integrasi Antarmoda
Pemprov DKI mendorong integrasi layanan antarmoda, termasuk konektivitas antara bus, MRT, LRT, dan kereta komuter, guna menciptakan perjalanan yang lebih efisien dan seamless bagi pengguna.
Penambahan dan Optimalisasi Armada
Penambahan armada dilakukan untuk meningkatkan frekuensi dan mengurangi waktu tunggu penumpang, khususnya pada jam sibuk.
Fokus Pengurangan Kemacetan
Transportasi menjadi bagian dari strategi besar penanganan tiga persoalan utama Jakarta: banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Ekspansi layanan publik diarahkan untuk menekan kepadatan lalu lintas secara bertahap dan terukur.
Pemprov DKI menegaskan, pembenahan transportasi bukan sekadar soal menambah rute, tetapi mengubah pola mobilitas warga. Tantangan kemacetan memang belum sepenuhnya terselesaikan, namun arah kebijakan sudah jelas: memperkuat angkutan umum massal, memperluas jangkauan layanan, dan menjaga tarif tetap terjangkau. Tahun kedua kepemimpinan Pramono-Doel akan menjadi ujian konsistensi dalam merealisasikan komitmen tersebut.