Strategi Mitigasi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran, Lengkap dengan Jumlah Moda Transportasinya!

Strategi Mitigasi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran, Lengkap dengan Jumlah Moda Transportasinya!

Transportasi.Co| Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah strategi mitigasi guna mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik pada Angkutan Lebaran 2025. Mitigasi tersebut diambil dari evaluasi angkutan lebran pada tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, mempelajari pola Angkutan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya dan dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, Kemenhub telah menyusun isu strategis dan rencana operasionalisasi atau mitigasi Angkutan Lebaran 2025.

Dudy menegaskan bahwa keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran transportasi selama periode Angkutan Lebaran 2025, menjadi prioritas utama Kemenhub.

"Kami berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan terkendali. Sinergi dengan berbagai pihak terus kami lakukan guna mengoptimalkan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta mengantisipasi segala potensi kendala di lapangan," kata Dudy dikutip Kamis (13/3/2025).

Berikut mitigasi yang dilakukan Kemenhub untuk antisipasi lonjakan penumpang, yakni:

- Angkutan Darat

Pembatasan angkutan barang, melakukan pemeriksaan keamanan dan keselamatan atau rampcheck, penyediaan Delaying System dan Buffer Zone pada akses menuju pelabuhan, dan pemberlakuan rekayasa lalu lintas (Contra Flow, One Way, dsb) yang akan dilakukan bersama Korlantas.

- Angkutan Laut

Pemeriksaan kelaiklautan kapal, pemberlakuan rekayasa rute sesuai kebutuhan, serta penyiapan kapal navigasi dan kapal patroli untuk tanggap darurat

- Angkutan Udara

Pemenuhan aspek safety dan security penerbangan, operasional bandara selama 24 jam pada masa Angleb 2025, dan antisipasi kondisi kahar atau darurat lainnya, (terdapat sebanyak 37 bandara dioperasionalkan selama 24 jam).

- Angkutan Kereta Api

Memastikan keamanan dan keselamatan sarana kereta api atau rampcheck, Penyelenggaraan Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) beserta personil dan sarana, Kesiapan Alat Material untuk Siaga (AMUS) pada beberapa titik, dan penyiagaan personil Kemenhub pada perlintasan sebidang yang rawan.

Adapun rincian moda transportasinya yaitu,

- Transportasi Jalan

Sejumlah 30.451 Unit Bus dengan total kapasitas sebanyak 26,2 Juta Penumpang dengan prasarana sebanyak 115 Terminal.

- Transportasi Laut

Sejumlah 772 Unit Kapal di antaranya 664 Kapal Siap Operasi, 23 Kapal Patroli, dan 40 Kapal Navigasi dengan total kapasitas sebanyak 248.116 penumpang dengan prasarana sebanyak 264 Pelabuhan Laut.

- Transportasi Udara

Sejumlah 404 Unit Pesawat dengan total kapasitas sebanyak 9,9 juta tempat duduk dengan prasarana sebanyak 60 Bandar Udara (termasuk Bandara yang dikelola oleh BUMN dan Kementerian Perhubungan).

- Transportasi Kereta Api

Sejumlah 2.550 Kereta Api dengan total kapasitas angkut Antar Kota sebanyak 5,3 Juta dan 3,1 Juta Penumpang Regional dengan prasarana dalam bentuk jaringan jalur perkeretaapian di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Selatan.

- Transportasi Penyeberangan

Sejumlah 187 Unit Kapal dengan total kapasitas sebanyak 2,3 Juta Penumpang dengan prasarana dalam bentuk 14 Lintas Pelabuhan Penyebrangan, 37 Dermaga Movable Bridge (MB), 1 Dermaga Ponton, dan 20 Dermaga Plengsengan.
 

#Angkutan Lebaran 2025

Index

Berita Lainnya

Index