Transportasimedia.com | Persaingan harga yang semakin ketat di industri otomotif Indonesia menjadi sorotan utama dalam Dialog Industri Otomotif Nasional bertema “Perang Harga vs Pembangunan Industri: Siapa Untung, Siapa Tertinggal?” yang digelar di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, ICE BSD, Tangerang.
Acara yang diinisiasi oleh Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) ini mempertemukan perwakilan pabrikan otomotif, asosiasi GAIKINDO, pengamat industri otomotif, dan media untuk membahas kondisi pasar yang stagnan dan masa depan industri otomotif nasional.
Tantangan Persaingan Harga
Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menegaskan bahwa persaingan harga yang terlalu agresif dapat menguntungkan dalam jangka pendek, namun berdampak negatif dalam jangka panjang.
“Perang harga mungkin terlihat menguntungkan dalam jangka pendek, namun perlu dikaji lebih jauh dampaknya terhadap industri dalam jangka panjang. Upaya kami adalah mencari solusi agar semua dapat menjalankan bisnis secara adil dan berkesinambungan,” ujarnya.
Kondisi Industri yang Stagnan
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa industri otomotif nasional mengalami stagnasi selama 13 tahun terakhir dan penjualan menurun dalam 3 tahun terakhir.
“Hal ini memicu persaingan harga yang semakin sengit. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung,” jelasnya.
Peran Pemerintah dan Media
Dialog ini juga membahas peran penting pemerintah dalam mendukung daya beli masyarakat melalui kebijakan strategis, serta peran media dalam membangun narasi yang edukatif, tidak hanya fokus pada isu harga, tetapi juga keberlanjutan industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok lokal.
Panel diskusi menghadirkan Resha Kusuma Atmaja (GM Marketing & Planning PT Toyota Astra Motor), Shodiq Wicaksono (Managing Director PT Suzuki Indomobil Motor), dan Pengamat otomotif Jannes M. Pasaribu dan James Luhulima
Para panelis memberikan pandangan dan masukan terkait solusi menghadapi fenomena perang harga. Dengan adanya dialog ini, ICMS berharap industri otomotif Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan, adil, dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian nasional, termasuk membuka lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada impor. (*)
