Singapore Airlines Menyatukan Dekarbonisasi dan Kepedulian Sosial

Singapore Airlines Menyatukan Dekarbonisasi dan Kepedulian Sosial
Singapore Airlines Group (SIA Group) melanjutkan komitmennya dalam upaya dekarbonisasi industri penerbangan melalui penggunaan SAF dan mengumpulkan dana SGD 3 juta melalui kampanye SG60 SIA Cares 2025. (Dok. Sinagpore Airlines)

Singapore Airlines Group mempercepat dekarbonisasi melalui penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan memperkuat kepedulian sosial lewat SG60 SIA Cares, menegaskan komitmen keberlanjutan jangka panjang.

Transportasi Media - Di tengah tantangan global industri penerbangan untuk menekan emisi karbon sekaligus tetap relevan secara sosial, Singapore Airlines Group (SIA Group) mengambil langkah tegas dan terukur. Maskapai nasional Singapura ini tidak hanya memfokuskan diri pada transformasi teknologi dan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis jangka panjangnya.

Upaya tersebut terlihat jelas melalui akselerasi penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF)—bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang kini menjadi pilar penting transisi menuju penerbangan rendah karbon. SIA Group menjalin kerja sama strategis dengan Neste dan World Energy untuk memperoleh SAF dan sertifikat SAF yang memenuhi standar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).

 

 

Percepat Dekarbonisasi Lewat SAF

Dalam transaksi perdananya, SIA Group mengakuisisi 1.000 ton SAF murni dari Neste yang diproduksi di Singapura dan didistribusikan melalui Bandara Changi. Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem SAF domestik dan ketahanan rantai pasok energi terbarukan. Di sisi lain, sekitar 2.000 ton SAF juga diperoleh dari World Energy melalui skema Book and Claim, memungkinkan klaim pengurangan emisi tanpa pengiriman fisik bahan bakar. Kedua transaksi tersebut, yang rampung pada kuartal pertama 2025, diperkirakan mampu menekan lebih dari 9.500 ton emisi karbon dioksida.

Bagi SIA Group, adopsi SAF bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan proses pembelajaran menuju masa depan penerbangan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif dalam kampanye Green Fuel Forward, inisiatif World Economic Forum dan GenZero Singapura yang mendorong adopsi SAF di kawasan Asia-Pasifik.

 

 

Chief Sustainability Officer Singapore Airlines, Lee Wen Fen, menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemasok dan model pengadaan menjadi fondasi penting menuju target penggunaan SAF sebesar 5% pada 2030, serta ambisi nol emisi karbon bersih pada 2050.

Komitmen tersebut diperluas melalui kerja sama dengan Aether Fuels, perusahaan teknologi iklim yang mengembangkan SAF berbasis limbah karbon menggunakan teknologi eksklusif Aether Aurora™. Melalui Nota Kesepahaman yang ditandatangani, SIA Group berkomitmen membeli SAF murni selama lima tahun setelah fasilitas produksi Aether beroperasi secara komersial. Teknologi ini dinilai mampu menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan SAF bersertifikat CORSIA dengan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 75%.

Kampanye SG60 SIA Cares 

Namun, keberlanjutan bagi Singapore Airlines tidak berhenti pada isu lingkungan. Pada momen perayaan SG60, maskapai ini menegaskan peran sosialnya melalui kampanye SG60 SIA Cares. Selama tiga bulan, SIA bersama mitra korporat, masyarakat, dan karyawan berhasil menggalang SGD 3 juta, yang kemudian dilipatgandakan dampaknya menjadi SGD 6 juta berkat dukungan matching grant dari Pemerintah Singapura.

 

 

Dana tersebut disalurkan kepada AWWA, Rainbow Centre, serta lebih dari 200 program sosial yang didukung oleh Community Chest, dengan fokus utama pada anak dan remaja penyandang disabilitas, individu berkebutuhan khusus, serta kelompok rentan lainnya. Lebih dari 1.600 penerima manfaat akan merasakan langsung dampak dari inisiatif ini.

Komitmen sosial tersebut diwujudkan secara nyata dalam acara Open House SG60 SIA Cares, ketika hampir 900 tamu dari 33 lembaga layanan sosial diundang ke SIA Training Centre. Selama dua hari, para peserta—mulai dari remaja berisiko hingga penyandang disabilitas—mendapat kesempatan langka menjelajahi dunia penerbangan dari balik layar, berinteraksi langsung dengan pilot, awak kabin, dan teknisi, serta mencoba simulator penerbangan.

Lebih dari 650 karyawan SIA Group terlibat sebagai relawan, sementara ribuan staf lainnya turut ambil bagian dalam kampanye global SIA Cares Around the World di 60 kota jaringan internasional SIA. 

Bagi Goh Choon Phong, Chief Executive Officer Singapore Airlines, keterlibatan ini mencerminkan jati diri perusahaan. “Keberlanjutan berarti memastikan bahwa pertumbuhan kami berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Inilah cara kami memberi kembali kepada komunitas yang telah mendukung perjalanan Singapore Airlines selama puluhan tahun,” ujarnya.

Melalui kombinasi strategi dekarbonisasi yang terukur dan kepedulian sosial yang konsisten, Singapore Airlines menegaskan bahwa masa depan penerbangan bukan hanya soal menjelajah langit, tetapi juga tentang menjaga bumi dan manusia di bawahnya. (*)

#Singapore Airlines

Index

Berita Lainnya

Index