Tinggalkan BBM, Listrik Digadang-Gadang Hemat APBN hingga 30 Persen

Tinggalkan BBM, Listrik Digadang-Gadang Hemat APBN hingga 30 Persen
Dok Istimewa

Transportasimedia.com| Dorongan untuk mempercepat elektrifikasi nasional kembali menguat seiring upaya pemerintah menekan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng Suparwoto, menilai pemanfaatan listrik secara masif di sektor transportasi dan rumah tangga dapat menjadi solusi strategis untuk menciptakan efisiensi anggaran sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Listrik harus menjadi backbone energi kita di masa depan. Berdasarkan hitungan studi, penggunaan listrik di sektor rumah tangga dan transportasi dapat menghemat kurang lebih 30 persen dibandingkan penggunaan energi fosil bersubsidi,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, kapasitas pasokan listrik nasional yang saat ini relatif memadai perlu dioptimalkan guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.

Menurutnya, pengalihan konsumsi energi ke listrik tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga membuat subsidi energi menjadi lebih tepat sasaran. Elektrifikasi transportasi, terutama pada kendaraan operasional pemerintah dan angkutan umum, dinilai sebagai langkah awal yang realistis untuk menekan konsumsi BBM bersubsidi secara signifikan.

Sugeng juga menyoroti pentingnya pemanfaatan listrik domestik yang melimpah untuk mengurangi tekanan impor energi. Dengan berkurangnya ketergantungan pada energi berbasis impor, Indonesia dinilai dapat memperkuat stabilitas fiskal sekaligus menjaga ketahanan energi dalam jangka panjang.

Di sektor rumah tangga, elektrifikasi melalui migrasi ke kompor induksi menjadi salah satu fokus utama. Sugeng mengungkapkan, konsumsi LPG nasional yang mencapai sekitar 8 juta metrik ton per tahun masih didominasi oleh impor, sehingga menjadi beban besar bagi neraca perdagangan.

Ia menilai penggunaan kompor induksi jauh lebih efisien dibandingkan kompor gas konvensional. “Secara efek, penggunaan listrik di sektor rumah tangga, termasuk kompor induksi, akan menghemat sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil seperti LPG subsidi. Tingkat ketergantungan impor akan kita kurangi secara signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi kuat untuk mendukung transisi tersebut. Dengan memanfaatkan sumber energi domestik sebagai basis pembangkit listrik, peralihan dari energi impor ke listrik dinilai tidak hanya menghemat anggaran negara, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi hingga ke tingkat rumah tangga.

Elektrifikasi, menurut Sugeng, bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan langkah strategis menuju sistem energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berpihak pada stabilitas ekonomi nasional.

#elektrifikasi kendaraan

Index

Berita Lainnya

Index