Transportasi Media | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak (oil storage) di Sumatra guna meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional. Hal tersebut ia ungkapkan di dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, dikutip pada Selasa, (14/04/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan minyak nasional saat ini masih terbatas. Menurutnya, kemampuan penyimpanan yang tersedia baru dapat menopang kebutuhan energi nasional selama sekitar 20 hingga 25 hari.
Pemerintah menilai pembangunan fasilitas penyimpanan minyak menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tangki penyimpanan minyak menjadi prioritas agar pemerintah memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung minyak dalam jumlah besar.
“Storage kita harus dibangun dulu. Untuk minimal 3 bulan. Kalau impor banyak mau taruh dimana? Memang faktanya begitu bukan salah siapa-siapa,” ujar Bahlil.
Dengan pembangunan fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri selama tiga bulan.
Saat ini, studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk proyek pembangunan tangki penyimpanan minyak tersebut masih berlangsung. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun ini.
Bahlil menyampaikan bahwa lokasi pembangunan fasilitas direncanakan berada di wilayah Sumatra, meskipun rincian lokasi proyek belum disampaikan secara lebih spesifik.
“FS lagi jalan, target tahun ini dilakukan. Lokasi di Sumatra jangan tanya saya detailnya,” ujarnya.
