Transportasi Media | Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlela mengungkapkan bahwa informasi mengenai cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya bertahan sekitar 21 hari berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal tersebut ia ungkapkan dalam kunjungan kerja Reses Komisi VI DPR RI ke PT Pertamina (Persero) di Surabaya, Jawa Timur, dikutip pada Senin, (13/04/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ida menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM menjelang mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan penjelasan direksi Pertamina, stok BBM nasional beserta distribusinya ke berbagai daerah dinilai berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dari penjelasan PT Pertamina tadi terungkap bahwa stok BBM dalam negeri termasuk pendistribusiannya ke berbagai daerah menjelang Mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri dalam kondisi cukup atau aman. Saya tentu mengapresiasi hal tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Ida menyoroti pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menyebut cadangan BBM nasional hanya dapat bertahan sekitar 21 hari. Ia menilai pernyataan tersebut berbeda dengan penjelasan yang disampaikan oleh pihak Pertamina dalam pertemuan tersebut.
Menurut Ida, informasi terkait sektor energi perlu disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama menjelang periode mudik Lebaran yang umumnya diikuti peningkatan konsumsi BBM.
“Pernyataan bahwa stok BBM hanya bertahan sekitar 20 atau 21 hari berpotensi menimbulkan panic buying di masyarakat. Padahal dari penjelasan Pertamina, cadangan dan distribusi BBM sudah disiapkan dengan baik alias aman,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai kondisi stok atau cadangan BBM nasional. Menurutnya, klarifikasi yang jelas diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga stabilitas psikologis masyarakat.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa angka cadangan BBM selama 21 hari merujuk pada kondisi apabila kilang domestik tidak beroperasi. Dalam praktiknya, sejumlah kilang milik Pertamina masih terus berproduksi sehingga turut menambah pasokan BBM nasional.
“Tadi kan sempat dijelaskan bahwa pernyataan stok atau Cadangan BBM yang hanya 21 hari itu kalau kilang kita tidak berproduksi lagi. Kenyataannya, menurut mereka, banyak kilang PT Pertamina yang masih terus berproduksi dan akan menambang Cadangan BBM dalam negeri. Nah, penjelasan seperti ini harusnya juga disampaikan ke masyarakat,” paparnya.
