Transportasimedia.com | PT Hutama Karya (Persero) melaksanakan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) untuk Tol Betung (Sp Sekayu)–Tempino–Jambi Seksi 4 Tempino–Ness sepanjang 18,49 km pada 6–8 Agustus 2025. Tahap ini menjadi langkah penting sebelum tol resmi melayani mobilitas di Sumatra bagian Selatan.
Kegiatan ULFO dibagi menjadi dua tim. Sub Tim 1 memeriksa aspek teknis dan operasional di lapangan, meliputi kondisi struktur jalan, bahu jalan, sistem drainase, dan rambu keselamatan. Sub Tim 2 melakukan evaluasi administrasi dan dokumen kelengkapan sertifikasi.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa ULFO adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur berstandar nasional. “Setelah ULFO rampung, Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dapat segera terbit, menandakan tol siap dioperasikan dan menambah panjang jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” ujarnya.
Saat ini, perjalanan Palembang–Jambi sejauh 277 km melalui Jalan Lintas Sumatra memakan waktu 8–9 jam. Dengan beroperasinya Tol Betung–Tempino–Jambi penuh, waktu tempuh akan dipangkas menjadi 2,5–3 jam. Khusus rute Bayung Lencir–Ness, durasi perjalanan berkurang dari 3 jam menjadi hanya 45 menit.
Tol Tempino–Ness dibangun dengan dua lajur per arah, bahu jalan luar–dalam, sistem drainase modern, akses on-off ramp, rambu keselamatan, PJU, CCTV 24 jam, serta pos pemantauan untuk keamanan.
Hutama Karya hingga kini telah membangun ±1.235 km JTTS, baik yang beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi, termasuk Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, dan berbagai ruas strategis lainnya di Sumatra.
Adjib menegaskan, “Manfaat utama tol ini adalah mempercepat perjalanan, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing kawasan industri sekitar.” (*)
