ITDC mencatat kinerja pariwisata yang solid sepanjang 2025 dengan okupansi stabil dan lonjakan kunjungan di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.
Transportasi Media - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membukukan kinerja pariwisata yang solid sepanjang 2025, terutama pada Semester II, di tengah dinamika dan tantangan industri pariwisata nasional maupun global.
Kinerja positif tersebut tercermin dari tingkat okupansi kawasan yang relatif stabil serta peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan di seluruh kawasan kelolaan ITDC, yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan konsistensi kinerja pada paruh kedua 2025 didorong oleh meningkatnya aktivitas pariwisata serta maraknya penyelenggaraan event berskala nasional hingga internasional di masing-masing kawasan.
“Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan. Hal ini menunjukkan aktivitas pariwisata di kawasan yang kami kelola terus bergerak positif, baik melalui penguatan event, MICE, maupun pengembangan pengalaman destinasi,” ujar Ahmad Fajar dalam keterangannya.
Di kawasan The Nusa Dua, rata-rata tingkat hunian hotel sepanjang 2025 tercatat mencapai 76,93 persen. Capaian ini diraih di tengah tekanan eksternal berupa penurunan perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun seiring kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat. Meski demikian, jumlah kunjungan kawasan meningkat dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5 persen.
Sementara itu, The Mandalika mencatat rata-rata tingkat hunian hotel sekitar 55 persen sepanjang 2025, dengan total kunjungan menembus lebih dari 1,4 juta pengunjung. Puncak okupansi terjadi pada periode Juli–Agustus, seiring pelaksanaan berbagai event nasional dan internasional serta momentum libur sekolah.
Adapun The Golo Mori juga menunjukkan tren kinerja yang positif dengan total kunjungan mencapai 28.406 pengunjung sepanjang 2025. Realisasi tersebut melampaui target pada kedua semester, masing-masing sebesar 139 persen pada Semester I dan 140 persen pada Semester II, didorong oleh strategi aktivasi kawasan melalui event berskala menengah hingga besar.
Menurut Ahmad Fajar, capaian kinerja ketiga kawasan tersebut menegaskan efektivitas strategi ITDC sebagai Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata nasional.
“Ke depan, ITDC berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong length of stay dan visitor spending, serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional guna mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) merupakan bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi di Indonesia, termasuk The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori. (*)
