PT Aero Nusantara Indonesia (PT ANI) meresmikan hanggar baru di Bandara Budiarto, Curug, untuk memperkuat perannya sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Indonesia bagian barat.
Transportasi Media - PT Aero Nusantara Indonesia (PT ANI) meresmikan hanggar baru sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat posisinya sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Indonesia bagian barat. Peresmian hanggar yang berlokasi di Hanggar Aero (Hanggar I), Kawasan Bandar Udara Budiarto, Curug, berlangsung pada 27 Januari 2026.
Acara syukuran hanggar baru PT ANI dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra kerja dan mitra usaha, perwakilan Kementerian Perhubungan, Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, pengelola Bandar Udara Budiarto, PPI Curug, Kementerian Pertahanan, serta Kantor Unit Pelayanan Bea Cukai Wilayah Banten. Sejumlah pejabat pemerintahan daerah dan unsur Kepolisian juga turut hadir.

CEO PT Aero Nusantara Indonesia, Otto Sigit Budianto, menyampaikan bahwa perusahaan telah memasuki usia ke-26 tahun. Momentum peresmian hanggar baru ini menjadi refleksi perjalanan perusahaan sekaligus pijakan menuju masa depan industri MRO nasional. Hal tersebut sejalan dengan tema perayaan, “ANI: Ketika Itu, Kini, dan Esok”.
“Perjalanan ini menjadi pembelajaran dari masa lalu, fokus pada penguatan kinerja saat ini, serta visi jangka panjang untuk menjawab tantangan industri penerbangan ke depan,” ujar Otto.
Otto juga mengungkapkan bahwa PT ANI telah memperoleh fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) dari Bea Cukai Wilayah Banten di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Fasilitas tersebut memberikan manfaat fiskal berupa penangguhan bea masuk dan pajak impor untuk suku cadang dan komponen pesawat, sekaligus menjadi investasi strategis guna memperkuat rantai pasok industri penerbangan nasional.
Sementara itu, Direktur PT ANI Adelina Yossi Elmira menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berperan sebagai penggerak pengembangan kawasan Budiarto. Saat ini, PT ANI telah mengoperasikan tiga unit hanggar yang menjadi modal strategis dalam memperkuat layanan MRO di Indonesia bagian barat.
“Infrastruktur yang kami miliki memiliki kapasitas memadai untuk menangani berbagai jenis perawatan pesawat secara simultan dan efisien, sekaligus mendukung inisiatif pemerintah dalam pengembangan kawasan aeropolis di Bandara Budiarto,” kata Adelina.
Menurut Adelina, PT ANI juga terus meningkatkan kapabilitas layanan melalui penguatan standar keselamatan dan kualitas, kerja sama strategis, serta optimalisasi sistem berbasis digital. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keandalan layanan, efisiensi waktu pengerjaan, serta pemenuhan standar sertifikasi nasional dan internasional.
“Kami menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya melalui penguatan kepemimpinan dan strategi jangka panjang agar ANI menjadi MRO yang lebih kompetitif, adaptif, dan berorientasi pasar,” pungkasnya. (*)
