ASDP Optimalkan Lintasan Merak–Bakauheni Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

ASDP Optimalkan Lintasan Merak–Bakauheni Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Ferizy jadi kunci pengaturan mudik di Merak–Bakauheni. Pemesanan tiket lebih awal diharapkan membuat perjalanan lebih tertib, terjadwal, dan minim antrean. (Dok. ASDP)

PT ASDP Indonesia Ferry memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di lintasan Merak–Bakauheni dengan 75 kapal, 1,5 juta tiket Ferizy, serta dukungan 1.983 personel guna menjaga kelancaran arus mudik.

Transportasi Media - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan operasional menghadapi Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni yang kembali diproyeksikan menjadi titik tersibuk selama musim mudik.

Setiap tahun, kedua pelabuhan tersebut menjadi jalur utama pergerakan penumpang, kendaraan, sekaligus distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Sumatera. Kelancaran layanan di lintasan ini pun menjadi indikator penting arus mudik nasional.

Untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan, ASDP menyediakan lebih dari 1,5 juta tiket penyeberangan melalui sistem online Ferizy. Kuota tersebut masih berpotensi ditambah mendekati puncak arus mudik sesuai kebutuhan trafik.

Langkah ini sejalan dengan arahan Dudy Purwagandhi selaku Menteri Perhubungan yang menyebut Provinsi Banten masuk lima besar wilayah dengan pergerakan masyarakat tertinggi, diproyeksikan mencapai 11,17 juta orang. Seluruh arus kendaraan dari Jakarta menuju Sumatera melintasi wilayah tersebut.

Secara nasional, Kementerian Perhubungan menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan di 15 lintasan penyeberangan.

Strategi Pecah Arus dan Delaying System

Khusus menuju Pelabuhan Merak, disiapkan lima titik delaying system, yakni Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas, serta JLS Ciwandan untuk kawasan Pelabuhan Ciwandan.

Selain itu, pemerintah menyiapkan lima lintasan alternatif sebagai contingency plan, yaitu Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.

Menhub Dudy menjelaskan strategi pemecahan arus dilakukan dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di wilayah Banten. Pelabuhan Merak akan melayani kendaraan pribadi dan bus, Ciwandan untuk sepeda motor dan truk kecil, sementara Bojonegara difokuskan untuk truk besar.

Proyeksi 5,8 Juta Penumpang

Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan kesiapan dilakukan melalui penguatan armada, pelabuhan, sistem operasional, serta koordinasi intensif lintas pemangku kepentingan.

Di lintasan Merak–Bakauheni sendiri, diperkirakan akan dilalui sekitar enam juta penumpang. Untuk itu, ASDP menyiagakan 75 kapal serta menambah Dermaga Ekspres menjadi dua unit guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

Sebanyak 1.197 personel disiagakan di Merak dan 786 personel di Bakauheni guna memastikan pengaturan kendaraan, pelayanan penumpang, dan pengawasan keselamatan berjalan optimal.

Imbauan Pesan Tiket Lebih Awal

ASDP mengimbau masyarakat memesan tiket lebih awal melalui Ferizy yang dapat diakses sejak H-60 sebelum keberangkatan. Tiket akan dikirim melalui WhatsApp atau email dengan sistem pembayaran digital, sehingga jadwal perjalanan lebih pasti dan antrean panjang dapat dihindari.

Pengguna jasa juga diminta sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, datang sesuai jadwal keberangkatan, serta memastikan data dan identitas penumpang diisi dengan benar.

Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP menegaskan komitmennya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan konektivitas logistik selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026, sekaligus memastikan layanan tetap aman, tertib, dan optimal. (*)

#PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

Index

Berita Lainnya

Index