Pabrik EV VKTR Resmi Beroperasi, Intip Jejak Bakrie Group di Industri Kendaraan Listrik

Pabrik EV VKTR Resmi Beroperasi, Intip Jejak Bakrie Group di Industri Kendaraan Listrik
Dok Istimewa

Transportasimedia.com| Pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, telah diresmikan. Tujuannya untuk mendorong transisi energi nasional dari kendaraan berbasis bahan bakar minyak menuju ekosistem mobilitas listrik yang lebih rendah emisi.

Pabrik tersebut memproduksi berbagai kendaraan listrik komersial, mulai dari bus hingga truk, serta peralatan industri berbasis listrik. Kehadiran fasilitas ini menandai babak baru ekspansi industri kendaraan listrik di Indonesia, khususnya pada segmen kendaraan niaga yang selama ini menjadi tulang punggung logistik dan transportasi publik.

Di balik nama VKTR, terdapat perjalanan transformasi bisnis yang cukup panjang. Perusahaan ini berawal dari PT Bakrie Steel Industries pada 2007, yang kala itu bergerak di sektor distribusi kendaraan komersial dan komponen logam. Namun pada 2022, perusahaan melakukan rebranding dan restrukturisasi bisnis menjadi VKTR dengan fokus pada transportasi rendah emisi.

Perubahan arah bisnis tersebut menempatkan VKTR sebagai salah satu pemain awal di Indonesia yang serius menggarap pasar kendaraan listrik komersial. Fokus utamanya adalah perdagangan dan manufaktur bus serta truk listrik yang ditujukan untuk kebutuhan industri, transportasi publik, hingga logistik.

Kepemilikan dan struktur bisnis

Secara kepemilikan, VKTR berada di bawah kendali konglomerasi Bakrie Group. Melalui PT Bakrie & Brothers Tbk, grup ini menggenggam sekitar 24,4 persen saham VKTR. Sementara itu, PT Bakrie Metal Industries juga memiliki porsi kepemilikan sekitar 14,43 persen.

Keterlibatan Bakrie Group memperkuat posisi VKTR sebagai bagian dari ekosistem industri besar yang memiliki akses ke sektor manufaktur, infrastruktur, dan energi. Struktur ini juga dinilai memberi VKTR modal kuat dalam mengembangkan teknologi dan memperluas pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Melantai di bursa dan ekspansi bisnis

Pada 19 Juni 2023, VKTR resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran Rp100 per saham. Dalam aksi penawaran umum perdana tersebut, perusahaan melepas 8,75 miliar saham dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp875 miliar.

Dana segar itu kemudian diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi, pengembangan teknologi kendaraan listrik, serta ekspansi pasar. Langkah ini sekaligus menandai ambisi VKTR untuk tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional.

Seiring pertumbuhan bisnisnya, VKTR menjalin kolaborasi dengan sejumlah pemain otomotif global, termasuk Komatsu, Mitsubishi Fuso, hingga Toyota. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan teknologi dan integrasi komponen kendaraan komersial listrik.

Pada 2024, VKTR mulai melakukan pengiriman unit bus listrik sebanyak 20 unit untuk armada Transjakarta. Capaian ini menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan dalam memasuki pasar transportasi publik skala besar di Indonesia.

Saat ini, VKTR telah mengembangkan berbagai model kendaraan listrik komersial dengan nama-nama seperti bus Tidar, Carstenz, Arjuno, dan Ijen. Sementara untuk kategori truk, perusahaan menghadirkan model Musi, Progo, Ombilin, Indragiri, Kapuas, dan Sambas.

Tak hanya kendaraan penumpang dan logistik, VKTR juga merambah sektor alat berat berbasis listrik. Produk yang dikembangkan mencakup forklift listrik, electric loader, hingga dump truck listrik yang menyasar kebutuhan industri dan pertambangan.

Kepemimpinan dan jajaran manajemen

VKTR dipimpin oleh jajaran manajemen yang diisi tokoh-tokoh bisnis dan profesional di berbagai bidang. Posisi Presiden Komisaris dipegang oleh Anindya Novyan Bakrie, sementara jabatan Presiden Direktur dijabat oleh Gilarsi Wahju Setijono.

Dewan komisaris juga diperkuat oleh nama-nama seperti The Lord Sarfraz Aamer Ahmad, serta Dino Patti Djalal sebagai Komisaris Independen.

Sementara di jajaran direksi, VKTR diisi oleh Direktur Achmad Amri Aswono Putro, Dino Ahmad Ryandi, dan Valentinus Bimo Kurniatmoko.

Peresmian pabrik VKTR di Magelang menjadi simbol semakin kuatnya dorongan Indonesia menuju transisi energi bersih di sektor transportasi. Dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik komersial, kehadiran produsen lokal seperti VKTR diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

Di tengah persaingan global menuju ekonomi rendah karbon, langkah ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dan basis produksi potensial bagi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

#Pabrik VKTR

Index

Berita Lainnya

Index