Transportasimedia.com| Dominasi merek kendaraan listrik asal Tiongkok kian terasa di pasar otomotif nasional. Pada kuartal I 2026, dua nama besar, BYD dan Jaecoo, berhasil menembus jajaran 10 besar penjualan mobil di Indonesia, menandai pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan ramah lingkungan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD menempati posisi keenam dengan total penjualan retail 10.265 unit atau setara pangsa pasar 4,8 persen. Capaian ini menjadi sorotan, mengingat BYD merupakan pemain relatif baru namun mampu bersaing dengan merek-merek mapan. Bahkan, pada Maret 2026, BYD berhasil melampaui penjualan bulanan Honda dengan 4.153 unit, sedikit di atas Honda yang mencatatkan 4.080 unit. Meski demikian, secara total kuartal pertama, Honda masih unggul dengan 13.001 unit.
Tren penjualan BYD juga menunjukkan peningkatan konsisten sepanjang kuartal pertama. Pada Januari, penjualan tercatat 2.516 unit, kemudian naik menjadi 3.596 unit pada Februari, dan kembali meningkat menjadi 4.153 unit pada Maret. Lonjakan ini mencerminkan semakin kuatnya penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan isu lingkungan.
Sementara itu, kejutan datang dari Jaecoo yang langsung menempati posisi kedelapan dengan penjualan 7.927 unit dan pangsa pasar 3,7 persen. Merek yang berada di bawah naungan grup Chery ini terbilang baru di Indonesia, setelah resmi masuk pasar pada November 2025. Namun, performanya mampu melampaui sejumlah pemain lama seperti Hyundai dan Wuling.
Di sisi lain, dominasi pasar secara keseluruhan masih dipegang oleh pabrikan Jepang. Toyota memimpin dengan penjualan 64.416 unit atau pangsa pasar 30,4 persen, diikuti Daihatsu sebesar 34.653 unit (16,4 persen). Selanjutnya, Suzuki mencatatkan 19.026 unit (9,0 persen) dan Mitsubishi Motors dengan 18.469 unit (8,7 persen).
Secara total, penjualan retail mobil nasional selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 211.905 unit. Angka ini sempat meningkat dari 67.029 unit pada Januari menjadi 78.239 unit pada Februari, sebelum kembali turun ke 66.637 unit pada Maret.
Masuknya BYD dan Jaecoo ke dalam 10 besar bukan sekadar angka penjualan, melainkan sinyal kuat bahwa peta persaingan industri otomotif Indonesia tengah mengalami perubahan. Kendaraan listrik dan merek non-tradisional kini semakin mendapat tempat, membuka babak baru kompetisi yang diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.
