Launching “Indonesia-China Smart City Expo”, Menteri Bahlil Buka Luas Pintu Investasi

Launching “Indonesia-China Smart City Expo”, Menteri Bahlil Buka Luas Pintu Investasi
Dok. Transportasi Indonesia

 

Transportasi.co | Perhimpunan INTI (Indonesia-Tionghoa) bekerja sama dengan KIKT (Kadin Indonesia Komite Tiongkok) dan CAIH (China Asean Information Harbour) akan menggelar pameran bertajuk “Indonesia-China Smart City Expo”, pada 24-26 Mei 2023, di Jakarta. Tidak sebatas ajang pameran, Indonesia-China Smart City Expo diramaikan dengan beragam kegiatan, seperti Exhibition, Awarding, Conference, Investment Oppotunities, and Solution Matching Forum. Indonesia-China Smart City Expo, secara resmi dilaunching di sela-sela acara dialog bertajuk “Kemudahan Investasi di Indonesia dan Kepastian Hukum Pasca Pemilu 2024”, pada Kamis (16/3), di Hotel Shangrila, Jakarta.

 

Ketua Umum INTI Teddy Sugianto, menyatakan, event Indonesia-China Smart City Expo diharapkan menjadi faktor pendorong masuknya investasi di Indonesia. “Kami meyakini bahwa pembangunan smart city akan menjadi tren ke depan di kota-kota di Indonesia,” ujar Teddy.

 

Dalam kesempatan ini, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengawal kemudahan investasi di Indonesia, termasuk terkait dalam pengembangan smart city.

 

Apalagi Kementerian Investasi dan BKPM tahun ini ditargetkan pemerintah untuk mendapatkan  investasi sebesar Rp1.400 triliun. “Tahun 2023, Bapak Presiden memerintahkan saya harus mencapai Rp1.400 triliun,” kata Bahlil.

 

Dia menambahkan bahwa investasi sebesar itu juga nantinya diharapkan akan mengerek pertumbuhan Indonesia di atas 5 persen. “Walaupun secara global pertumbuhannya dibilang resesi, tapi kita tidak pada konteks untuk resesi,” ungkap Bahlil.

 

Bahlil juga meyakinkan pengusaha yang tergabung dalam INTI, bahwa pihaknya akan menjamin memberikan kemudahan setiap pengusaha yang ingin berinvestasi. “Dulu saat saya jadi pengusaha, mengurus izin investasi itu susah. Saya yakinkan, pengalaman saya yang pahit jadi pengusaha itu tidak terjadi di saat saya menjadi menteri investasi,” ucap Bahlil.

 

Menurut Bahlil melalui Undang-undang Omnibuslaw atau lewat OSS, sudah ada 79 Undang-undang yang menghambat investasi dipotong. “Kita fokuskan lewat online single submission. Jadi sekarang izinnya mudah sekali,” tegasnya.

 

Soal kepastian investasi, Bahlil juga akan menjamin. Bahkan ia juga mengundang pengusaha yang mau investasi datang ke kantornya, jika membutuh bantuan. “Saya fair, karena saya juga butuh investasi sebesar Rp1.400 triliun di luar sektor migas dan keuangan,” imbuh dia. (*)

 

Berita Lainnya

Index