Transportasimedia.com| Kabupaten Bogor memulai babak baru dalam upaya penghematan energi di sektor transportasi. Pemerintah daerah setempat resmi meluncurkan layanan bus listrik sebagai alternatif transportasi publik yang ramah lingkungan dan efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam momentum Car Free Day di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Ahad (5/4/2026). Kehadiran bus listrik ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional penghematan energi dan pengurangan emisi.
“Bus listrik ini seratus persen menggunakan tenaga listrik dan seratus persen gratis bagi masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan langkah awal kita untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy, Senin (6/4/2026).
Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Bogor mengoperasikan empat unit bus listrik yang saat ini masih dalam masa uji coba. Selama periode tersebut, masyarakat dapat menikmati layanan tanpa biaya. Jika mendapat respons positif, pemerintah berencana menambah armada dan mengoperasikannya secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS), dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan daerah.
Rute perdana bus listrik ini menghubungkan kawasan Bojonggede hingga Sentul City, dengan sejumlah titik pemberhentian strategis seperti AEON Sentul dan halte di kawasan Sirkuit Sentul. Jalur ini dipilih berdasarkan tingginya mobilitas warga, khususnya di Stasiun Bojonggede yang melayani sekitar 50 ribu penumpang setiap hari, mayoritas pengguna KRL yang bekerja di Jakarta.
Melalui layanan ini, pemerintah berharap masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk melanjutkan perjalanan. Kehadiran bus listrik diharapkan mampu menjadi solusi transportasi lanjutan yang lebih efisien dan rendah emisi.
“Dengan adanya bus ini, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi karena pemerintah sudah menyiapkan transportasi lanjutan yang lebih ramah lingkungan,” jelas Rudy.
Masa uji coba direncanakan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Evaluasi terhadap antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan menjadi dasar pengembangan layanan, termasuk penambahan armada dan perluasan rute ke wilayah lain di Kabupaten Bogor.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji inovasi transportasi wisata berbasis ramah lingkungan, seperti bus tingkat terbuka yang akan melayani rute Cibinong hingga kawasan Puncak. Gagasan ini diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata sekaligus tetap menjaga prinsip keberlanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sistem transportasi di Kabupaten Bogor menuju konsep mobilitas yang lebih modern, hemat energi, dan berkelanjutan. Pemerintah berharap kehadiran transportasi publik ramah lingkungan tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas udara yang lebih baik di wilayah tersebut.