Transportasi Indonesia | Ketua Satuan Tugas Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Erika Retnowati mengungkapkan bahwa pemerintah bersama PT PLN (Persero) menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas masyarakat. Hal tersebut ia ungkapkan di Indramayu, Jawa Barat, dikutip pada Selasa, (14/04/2026).
Erika menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan sebanyak 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 994 lokasi sepanjang jalur Trans Sumatra–Jawa–Bali. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di berbagai titik perjalanan.
Selain fasilitas pengisian daya tetap, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile di jalur Trans Sumatra–Jawa–Bali untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya di titik dengan mobilitas kendaraan yang tinggi. Operasional layanan tersebut didukung oleh lebih dari 5.000 petugas yang bersiaga selama 24 jam.
Dari sisi kesiapan operasional, PLN menyiagakan sekitar 72.053 personel yang tersebar di berbagai wilayah operasional. Personel tersebut didukung dengan sejumlah peralatan penunjang seperti posko siaga, genset, uninterruptible power supply (UPS), unit gardu bergerak (UGB), hingga mobil crane guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Erika menyampaikan bahwa sistem ketenagalistrikan nasional berada dalam kondisi memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Ia menjelaskan bahwa daya mampu pasok listrik nasional mencapai sekitar 51.000 megawatt (MW), sementara beban puncak diperkirakan berada di kisaran 31.000 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 16.000 MW atau setara 48 persen dari total pasokan.
“Untuk pasokan listrik, diperkirakan beban puncaknya akan mencapai 31.000 MW, sedangkan daya mampu pasoknya adalah 51.000 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 16.000 MW, dan itu adalah 48% dari keseluruhan pasokan,” jelasnya.
Sementara itu, sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali) sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional dilaporkan berada dalam kondisi normal. Berdasarkan aliran daya sistem Jamali, beban puncak siang tercatat sekitar 34.377 MW, sedangkan beban puncak malam sekitar 34.308 MW.
Pemerintah juga memastikan bahwa pasokan energi nasional secara keseluruhan berada dalam kondisi aman. Pemantauan dilakukan melalui Posko Nasional Sektor ESDM yang mengawasi ketersediaan listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).
Selain listrik, pemerintah terus memantau ketersediaan BBM melalui peningkatan cadangan energi serta koordinasi dengan badan usaha penugasan. Erika menyebut cadangan bensin mencapai sekitar 25 hari, sementara untuk produk tertentu seperti Pertadex mencapai sekitar 45 hari, dan avtur sekitar 37 hari.
“Cadangan BBM terus ditingkatkan oleh pemerintah dan juga dengan badan usaha penugasan. Posisi per hari ini untuk cadangan bensin itu mencapai 25 hari, dan bahkan untuk produk-produk tertentu seperti Pertadex itu, cadangannya mencapai 45 hari, dan untuk avtur yang dibutuhkan oleh masyarakat mencapai 37 hari,” ujarnya.