Sabre Dukung AirBorneo Perkuat Perencanaan dan Optimasi Pendapatan

Sabre Dukung AirBorneo Perkuat Perencanaan dan Optimasi Pendapatan
AirBorneo memilih perencanaan jaringan, optimalisasi pendapatan, dan solusi data dari Sabre untuk mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan pengalaman penumpang yang lebih baik sejak awal. (Dok. Sabre)

Maskapai milik Pemerintah Sarawak, AirBorneo, memilih Sabre sebagai mitra teknologi untuk perencanaan jaringan dan optimasi pendapatan menjelang operasional penuh pada 2026.

Transportasi Media - Sabre Corporation, perusahaan teknologi perjalanan global, mengumumkan kerja sama jangka panjang dengan AirBorneo, maskapai baru milik Pemerintah Negara Bagian Sarawak, Malaysia, yang mulai beroperasi pada awal Januari 2026.

Melalui kerja sama ini, AirBorneo memilih solusi teknologi Sabre untuk menopang strategi perencanaan jaringan, penetapan harga, serta pengelolaan pendapatan sejak hari pertama operasional. Langkah tersebut diambil untuk membangun fondasi teknologi yang kuat sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang dan peningkatan pengalaman penumpang.

Dengan mengadopsi teknologi Sabre bahkan sebelum penerbangan perdananya, AirBorneo menargetkan kemampuan adaptasi yang cepat terhadap dinamika pasar, sekaligus mendukung penguatan konektivitas regional di Sarawak dan kawasan sekitarnya.

Dalam kesepakatan multi-tahun ini, AirBorneo akan mengimplementasikan sejumlah solusi utama Sabre, antara lain Network Planning and Optimization (NPO) untuk mengelola jadwal penerbangan, perjanjian codeshare, serta profitabilitas rute secara efisien. Selain itu, maskapai ini juga memanfaatkan Sabre Mosaic Revenue Optimizer guna mengoptimalkan strategi harga melalui penyesuaian ketersediaan kursi dan tarif secara dinamis sesuai permintaan pasar.

AirBorneo juga menggunakan Sabre Market Intelligence dan Global Demand Data untuk memperoleh wawasan pasar dan tolok ukur kompetitif yang mendukung pengembangan jaringan dan pertumbuhan pendapatan.

CEO AirBorneo Holdings, Megat Ardian Wira Mohd Aminuddin, mengatakan pemilihan Sabre merupakan bagian dari strategi membangun maskapai modern dan kompetitif.
“Dengan bermitra bersama Sabre sejak awal, kami memastikan kemampuan perencanaan, penetapan harga, dan manajemen pendapatan dibangun di atas fondasi yang kuat dan berbasis data. Hal ini memungkinkan kami melayani penumpang secara optimal serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President and General Manager Airline IT Solutions Asia Pacific Sabre, Maneesh Jaikrishna, menilai langkah AirBorneo mencerminkan pendekatan visioner dalam membangun maskapai. Menurutnya, pemanfaatan teknologi sejak tahap awal memungkinkan maskapai membuat keputusan strategis terkait rute, armada, dan profitabilitas secara lebih tepat.

AirBorneo dibentuk melalui proses akuisisi dan rebranding MASwings, dengan peran ganda untuk mempertahankan layanan penerbangan vital di Sarawak dan Sabah, sekaligus memperluas konektivitas regional. Pada tahap awal, maskapai ini menargetkan rute penerbangan dengan radius empat hingga lima jam, mencakup tujuan regional seperti Singapura, Indonesia, dan Korea Selatan.

Didukung teknologi Sabre, AirBorneo diharapkan mampu memperkuat posisi Sarawak sebagai pusat penerbangan dan pariwisata regional, serta meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat lokal maupun wisatawan internasional. (*)

 

#Sabre Corporation

Index

Berita Lainnya

Index