Çelebi Aviation resmi memulai operasional ground handling di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sejak 1 Januari 2026, memperkuat ekspansi di kawasan Asia-Pasifik dengan fokus keberlanjutan dan layanan berstandar global.
Transportasi Media - Perusahaan global penyedia layanan ground handling, Çelebi Aviation, resmi memulai operasionalnya di dua bandara tersibuk di Indonesia, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta (CGK), terhitung sejak 1 Januari 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi internasional Çelebi Aviation di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat kehadirannya di pasar penerbangan Indonesia yang terus bertumbuh.
Dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, beroperasi di tiga benua, dan melayani lebih dari 400 maskapai penerbangan global, Çelebi Aviation memulai layanan ground handling untuk penerbangan terjadwal domestik di kedua bandara tersebut.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta merupakan dua pusat penerbangan utama Indonesia. Sepanjang Januari–Oktober 2025, Bandara Ngurah Rai melayani 20.330.843 penumpang, sementara Bandara Soekarno-Hatta mencatat 45.074.959 penumpang, menjadikannya bandara tersibuk secara nasional.
Dalam tahap awal operasional, Çelebi Aviation menyediakan layanan penanganan penumpang (passenger handling), penanganan landasan (ramp handling), keamanan, serta penerbangan umum. Perusahaan menargetkan melayani sekitar 1.800 penerbangan dan 650.000 penumpang per tahun di Bali, serta 4.500 penerbangan dan 1,6 juta penumpang per tahun di Jakarta. Operasional ini didukung lebih dari 150 karyawan di Bali dan 200 karyawan di Jakarta.
Selain ekspansi operasional, Çelebi Aviation juga menekankan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan ini menjadi salah satu pelopor ground handling di Indonesia yang mengoperasikan armada peralatan pendukung darat berbasis listrik, sebagai upaya menekan emisi karbon dan mendukung konsep bandara hijau. Inisiatif tersebut sejalan dengan target iklim global, termasuk ICAO Long-Term Aspirational Goal (LTAG) menuju emisi nol bersih serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

President of Southeast Asia Çelebi Aviation, Murali Ramachandran, menyatakan bahwa operasional simultan di Bali dan Jakarta mencerminkan kesiapan infrastruktur serta pemahaman mendalam perusahaan terhadap kebutuhan regional. Menurutnya, pengalaman global yang dipadukan dengan pendekatan lokal menjadi kunci dalam menjaga keselamatan, kualitas layanan, dan keberlanjutan operasional.
Sementara itu, Andy Dias, Managing Director Çelebi Aviation Indonesia, menegaskan bahwa ekspansi ini memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Selain investasi operasional, Çelebi Aviation juga mengembangkan sumber daya manusia lokal melalui program pelatihan terstruktur dan Çelebi Training Academy, dengan fokus sertifikasi dan penerapan praktik terbaik global.
Melalui ekspansi ini, Çelebi Aviation menargetkan kontribusi nyata terhadap konektivitas nasional, pertumbuhan pariwisata, serta penguatan ekosistem penerbangan Indonesia secara berkelanjutan dalam jangka panjang. (*)
