Transportasimedia.com| Layanan bus rapid transit di Ibu Kota kembali menjadi sorotan setelah insiden gangguan teknis armada yang memicu kekhawatiran publik terhadap aspek keselamatan dan keandalan operasional.
Pada Sabtu (14/2), sebuah bus milik operator Damri di rute Koridor 9 Transjakarta (Pinang Ranti–Pluit) mengalami gangguan teknis saat berhenti di Halte Pancoran, Jakarta. Peristiwa tersebut ditandai dengan munculnya asap dari bagian kap mesin belakang yang diduga akibat kebocoran radiator.
Manajemen PT Transportasi Jakarta menyatakan telah menangani insiden dengan cepat. Seluruh penumpang dievakuasi ke area halte dan dialihkan ke armada berikutnya tanpa korban. Namun, kejadian ini kembali memunculkan catatan bahwa layanan Transjakarta masih kerap dihadapkan pada persoalan teknis armada di lapangan.
Sebagai langkah mitigasi, pihak Transjakarta langsung menghentikan sementara operasional bus yang mengalami gangguan. Keputusan “grounded” diambil untuk memastikan kendaraan menjalani inspeksi menyeluruh dan memenuhi standar kelaikan sebelum kembali beroperasi.
Tak hanya itu, investigasi internal juga dilakukan terhadap puluhan armada sejenis. Sedikitnya 59 unit bus gandeng berbahan bakar gas (BBG) merek Zhongtong diperiksa, terutama pada sistem pendingin mesin yang diduga berpotensi menjadi titik rawan gangguan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama.
“Seluruh armada terdampak akan melalui audit teknis ketat sebelum diizinkan kembali melayani masyarakat,” kata Ayu dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Insiden ini menambah daftar gangguan operasional yang belakangan kerap terjadi pada layanan Transjakarta. Pengamat menilai, peremajaan armada dan pengawasan teknis berkala menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap moda transportasi massal andalan warga Jakarta tersebut.