Current Date: Selasa, 17 Februari 2026

Pergerakan Lebaran 2026 Diprediksi 143,9 Juta Orang, Turun Tipis dari Tahun Lalu

Pergerakan Lebaran 2026 Diprediksi 143,9 Juta Orang, Turun Tipis dari Tahun Lalu
Dok Istimewa

Transportasimedia.com| Pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi lonjakan mobilitas yang dapat terjadi mendekati hari puncak arus mudik dan balik.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan proyeksi tersebut berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan Kementerian Perhubungan. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan survei 2025 yang mencatat potensi pergerakan 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Dudy mengatakan, selisih antara hasil survei dan realisasi pada tahun sebelumnya menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun langkah antisipasi. Meski secara survei terjadi penurunan sekitar 1,7 persen, pemerintah tetap menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan pergerakan masyarakat yang mendekati atau bahkan menyamai realisasi tahun lalu.

Ia menjelaskan, panjangnya masa libur serta penerapan kebijakan flexible working arrangement (FWA) diperkirakan membuat periode mobilitas masyarakat berlangsung lebih panjang, sekitar dua minggu. Dengan kondisi tersebut, pergerakan masyarakat dinilai akan lebih tersebar dan tidak terkonsentrasi pada satu waktu.

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Pemerintah juga menerapkan kebijakan FWA bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026 guna menjaga arus mudik tidak menumpuk pada hari-hari puncak. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat mengatur waktu perjalanan lebih fleksibel, sekaligus memudahkan petugas dalam pengaturan lalu lintas.

Hasil survei menunjukkan, penerapan FWA berpotensi menekan kepadatan pada puncak arus mudik H-5 dan H-3, serta arus balik pada H+4 hingga H+6. Dengan demikian, pergerakan masyarakat diperkirakan lebih terdistribusi mulai sebelum H-8 hingga setelah H+8 Lebaran, sehingga risiko kemacetan dan kepadatan ekstrem dapat diminimalkan.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi. Upaya ini sejalan dengan berbagai inovasi yang tengah dikembangkan, termasuk kolaborasi transportasi dan teknologi dengan BRIN dalam peningkatan sistem pemantauan dan keselamatan jalur strategis nasional.

#MudikLebaran

Index

Berita Lainnya

Index