Transportasimedia.com| PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali memperkuat kualitas layanan angkutan penumpang dengan menghadirkan rangkaian kereta New Generation pada KA Bangunkarta dan KA Singasari mulai 15 April 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi modernisasi sarana sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api jarak jauh yang nyaman dan efisien.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa peningkatan ini merupakan respons atas tren pertumbuhan penumpang yang terus menunjukkan angka positif.
“Pengoperasian rangkaian New Generation ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang lebih nyaman, modern, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Data KAI mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, KA Bangunkarta melayani 37.492 pelanggan dengan tingkat okupansi 75 persen. Sementara KA Singasari mencatat 42.020 pelanggan dengan okupansi rata-rata di atas 84 persen. Angka ini memperlihatkan tingginya kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai semakin andal dan kompetitif.
KA Bangunkarta sendiri melayani relasi Stasiun Pasar Senen menuju Jombang dengan waktu tempuh sekitar 11 jam 25 menit, melewati sejumlah kota penting di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Sementara KA Singasari menghubungkan Pasarsenen dengan Blitar dalam waktu perjalanan sekitar 13 jam 35 menit.
Dari sisi tarif, KA Bangunkarta dibanderol mulai Rp470.000 untuk kelas eksekutif dan Rp330.000 untuk kelas ekonomi pada hari kerja. Sedangkan KA Singasari ditawarkan mulai Rp510.000 untuk kelas eksekutif dan Rp350.000 untuk kelas ekonomi. Harga tersebut dapat berubah lebih tinggi pada periode akhir pekan.
Kehadiran rangkaian New Generation membawa sejumlah peningkatan signifikan, mulai dari desain interior yang lebih modern, kursi ergonomis, ruang kabin yang lebih lega, hingga sistem informasi penumpang berbasis digital yang lebih informatif. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman perjalanan sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai pilihan utama transportasi antarkota.
Dengan pembaruan ini, KAI tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga kualitas layanan, seiring dengan transformasi sektor transportasi yang semakin mengedepankan kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
