Transportasimedia.com| Pemerintah Kota Bekasi resmi mengoperasikan layanan angkutan umum massal Trans Beken pada lintasan Terminal Bekasi–Harapan Indah. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebagai bagian dari komitmen menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga.
Trans Beken melayani rute pulang-pergi sepanjang 30,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit. Layanan ini didukung sembilan armada bus—delapan unit operasional dan satu unit cadangan—yang melayani 47 titik henti. Operasional berlangsung setiap hari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Pada tahap awal, layanan Trans Beken digratiskan selama satu bulan hingga usai Lebaran. Setelah itu, tarif akan diberlakukan sebesar Rp4.500 dengan sistem pembayaran nontunai. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai tarif tersebut relatif terjangkau dibandingkan biaya menggunakan ojek daring maupun kendaraan pribadi.
“Kalau pakai kendaraan pribadi, bayar parkir. Kalau naik angkutan umum, tidak bayar parkir. Itu saja sudah lebih murah,” kata Tri selepas peresmian Trans Beken, dikutip Rabu (11/2/2026).
Tri menyebut kehadiran Trans Beken bukanlah konsep baru, melainkan pengembangan dari rencana transportasi yang telah lama diinisiasi Pemerintah Kota Bekasi. Ia menilai kemajuan sebuah kota dapat dilihat dari kualitas sistem transportasi publiknya.
“Ini memang bukan hal yang benar-benar baru, bisa dibilang lagu lama tapi dengan kaset yang berbeda. Jalur ini sudah lama kita inisiasi, dan hari ini kita wujudkan kembali dengan konsep yang lebih matang. Kota yang besar itu bisa dilihat dari sistem transportasi umumnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan transportasi publik menjadi bagian penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi. Menurutnya, mobilitas yang baik akan berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Transportasi publik ini menjadi salah satu bagian penting dalam RPJMD. Tujuan akhirnya sederhana, masyarakat merasa nyaman dan warganya sejahtera. Karena mobilitas yang baik akan berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup,” jelasnya.
Dalam pengoperasiannya, Trans Beken melibatkan kolaborasi antara PT Sinar Jaya dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga sebagai langkah awal membangun sistem transportasi masa depan yang memiliki nilai tambah dan berkelanjutan.
Tri juga menyoroti pentingnya transportasi massal yang andal menjelang Kota Bekasi menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada akhir November mendatang.
“Ke depan tantangannya adalah bagaimana transportasi ini terus bertumbuh, value-nya bertambah, dan tidak berhenti di tengah jalan. Apalagi Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat pada akhir November tahun ini, tentu kebutuhan transportasi massal yang andal menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Trans Beken dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti Trans Bekasi Patriot, Trans Wibawa Mukti, Transjabodetabek, LRT, dan KRL. Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong penggunaan transportasi umum secara lebih luas.
Rute yang terhubung dengan stasiun kereta dan LRT juga dinilai berpotensi menekan biaya perjalanan komuter menuju Jakarta. Bekasi selama ini dikenal sebagai kota hunian pekerja yang setiap hari beraktivitas di ibu kota, sehingga kebutuhan transportasi massal yang efisien menjadi krusial.
Meski demikian, efektivitas Trans Beken tetap bergantung pada ketepatan waktu dan kenyamanan layanan. Jika jadwal tidak konsisten atau waktu tempuh tidak kompetitif, masyarakat berpotensi kembali menggunakan kendaraan pribadi meski harus mengeluarkan biaya lebih tinggi.
Tri juga mengakui peran ojek online yang membantu mobilitas warga, namun pemerintah tetap memandang penting kehadiran angkutan umum massal yang terencana dan berjangka panjang.
“Ojol itu sangat membantu masyarakat, tapi tugas pemerintah adalah menyiapkan transportasi yang lebih baik lagi, lebih terintegrasi. Ke depan, Stasiun Bekasi juga akan kita dorong menjadi simpul transportasi jarak jauh, dengan volume dan jumlah penumpang yang semakin besar dan terhubung dengan lebih banyak moda,” tambahnya.
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan pengembangan transportasi alternatif berbasis kabel untuk mendukung mobilitas warga yang lebih modern dan efisien di masa mendatang.
“Ke depan, Kota Bekasi juga akan mengarah pada pengembangan transportasi berbasis kabel. Ini bukan sekadar wacana, tapi bagian dari perencanaan jangka panjang kota agar mobilitas warga semakin modern dan efisien,” pungkas Tri.