Transportasimedia.com| PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mempercepat langkah ekspansi armadanya melalui pengadaan kapal strategis dengan memanfaatkan skema pendanaan jangka pendek. Melalui entitas anaknya, PT ELPI Trans Cargo (ETC), perseroan resmi memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp633,44 miliar dari pihak ketiga non-perbankan guna mendukung akuisisi kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805.
Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa pendanaan tersebut digunakan untuk membiayai lelang kapal yang diselenggarakan oleh Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte. Ltd. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat lini bisnis perseroan, khususnya dalam mendukung operasional sektor maritim dan energi lepas pantai.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, ekuitas ELPI tercatat sebesar Rp2,7 triliun. Dengan demikian, nilai transaksi ini melampaui 20% dari total ekuitas dan dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan POJK 17/2020. Meski demikian, manajemen memastikan bahwa fasilitas pinjaman tersebut tidak termasuk transaksi afiliasi maupun mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.
Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 9% per tahun dengan tenor maksimal sembilan bulan sejak perjanjian yang ditandatangani pada 2 April 2026, atau hingga refinancing dilakukan. Skema ini dipilih sebagai solusi cepat di tengah keterbatasan waktu, mengingat kewajiban pembayaran atas kapal jatuh tempo pada 7 April 2026.
“Transaksi ini dilakukan untuk memastikan akuisisi kapal strategis dapat terealisasi tepat waktu sebagai bagian dari pengembangan usaha perseroan,” ujar Wawan, dikutip Kamis (16/4/2026).
Manajemen mengakui bahwa proses pendanaan melalui perbankan masih berjalan dan belum dapat memenuhi kebutuhan dana dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pinjaman dari pihak ketiga menjadi opsi paling realistis untuk menjaga momentum akuisisi.
Meski proses lelang berlangsung dalam waktu terbatas tanpa penilaian awal, ETC menegaskan komitmennya untuk tetap memenuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan berencana menunjuk penilai independen pasca-transaksi guna memastikan seluruh proses tetap berada dalam koridor Good Corporate Governance (GCG).
Langkah agresif ELPI ini mencerminkan upaya perusahaan pelayaran nasional dalam memperkuat daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan armada pendukung industri energi dan logistik maritim.
