Transportasimedia.com | Geotab Inc., pemimpin global dalam solusi kendaraan dan aset terhubung, menghadirkan solusi logistik rantai dingin (cold chain) generasi terbaru yang menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak canggih. Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan industri dalam melindungi produk yang sangat sensitif terhadap suhu, seperti makanan, vaksin, plasma darah, dan obat-obatan.
Menurut data global, sekitar 526 juta ton makanan terbuang setiap tahun akibat sistem pendingin yang tidak memadai. Di Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas mencatat hingga 48 juta ton makanan terbuang, dengan potensi kerugian ekonomi sebesar Rp551 triliun per tahun akibat keterbatasan kapasitas rantai dingin.
Teknologi Cold Chain Terintegrasi: Perangkat Keras dan Lunak Inovatif
Geotab memperkenalkan dua perangkat terbaru:
- IOX-COLD untuk penggunaan dalam kabin
- IOX-COLD RUGGED (sertifikasi IP67) untuk luar ruangan
Keduanya mampu terintegrasi langsung dengan unit pendingin dari berbagai OEM, meminimalkan kesalahan, dan menyederhanakan proses instalasi.
Fitur Unggulan di Platform MyGeotab:
- Pemantauan Nyaris Real-Time: Memungkinkan pengambilan keputusan proaktif dengan data suhu langsung.
- Pemantauan Suhu Multi-Zona: Mendukung pemantauan multi-ruang tanpa sensor tambahan.
- Peringatan dan Kontrol Jarak Jauh: Sistem peringatan suhu otomatis & kendali jarak jauh unit pendingin.
- Riwayat dan Analisis Data: Visualisasi pengiriman dalam bentuk grafik, tabel, dan peta interaktif.
- Instalasi yang Disederhanakan: Fitur MyInstall terbaru memudahkan konfigurasi dan verifikasi perangkat.
Dampak Positif Bagi Industri
“Kegagalan logistik rantai dingin bisa berdampak besar, terutama di wilayah dengan distribusi jauh dan iklim ekstrem,” ujar David Brown, AVP APAC Geotab. “Solusi kami membantu bisnis di Asia Pasifik menjaga kualitas produk, meningkatkan kepatuhan regulasi, dan mendukung keberlanjutan.”
Solusi ini relevan untuk berbagai sektor, mulai dari industri makanan hingga farmasi, serta membantu menjaga reputasi merek dan integritas produk sepanjang jalur distribusi. (*)