Setop Impor Solar 2026, Pemerintah Tunggu Kilang Balikpapan Tuntas

Setop Impor Solar 2026, Pemerintah Tunggu Kilang Balikpapan Tuntas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Transportasi Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar pada 2026 dengan prasyarat utama beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Hal tersebut ia ungkapkan usai meninjau TBBM Plumpang, Jakarta, dikutip pada Rabu (11/02/2026).

Menurut Bahlil, apabila RDMP Balikpapan telah beroperasi penuh, Indonesia berpotensi mengalami surplus produksi Solar. “Solar nanti tahun 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta (kiloliter). Jadi, agenda kami di 2026 itu tidak ada impor Solar lagi,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan bahwa realisasi penghentian impor Solar tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur kilang dan jadwal operasional yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Kementerian ESDM saat ini melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional RDMP Balikpapan.

Bahlil menjelaskan, apabila kilang baru dapat beroperasi penuh pada Maret 2026, maka impor Solar dalam jumlah terbatas masih dimungkinkan pada Januari dan Februari 2026 guna menjaga ketahanan stok nasional. 

“Tergantung dari Pertamina ya. Kalau katakanlah bulan Maret baru bisa (beroperasi penuh), berarti Januari dan Februari mungkin masih ada sedikit (impor) yang kita eksekusi. Tapi itu perlu saya exercise ya. Kalau memang Januari-Februari tidak perlu impor, ya tidak usah,” jelas Bahlil.

Selain penghentian impor Solar, pemerintah juga menyusun peta jalan peningkatan kualitas Solar dalam negeri. Saat ini Solar yang beredar memiliki angka setana (Cetane Number) 51. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas agar setara dengan standar Euro 5.

Bahlil menyatakan bahwa tantangan utama peningkatan kualitas Solar terletak pada kesiapan infrastruktur kilang eksisting. Pemerintah berkomitmen melakukan pemutakhiran teknologi kilang untuk memenuhi standar lingkungan yang lebih ketat. 

“Upaya kita akan ke sana (Euro 5). Memang sekarang infrastruktur kilang kita belum sepenuhnya memadai untuk itu, tapi upayanya akan kesana (Euro 5), terus kita lakukan yang terbaik ya,” pungkasnya.

RDMP Kilang Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai USD7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengolahan kilang guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, khususnya Solar, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

#BBM

Index

Berita Lainnya

Index