Eve Air Mobility mencatat 50 penerbangan uji eVTOL sejak Desember 2025, memperkuat pengembangan dan kesiapan menuju sertifikasi pesawat listrik masa depan.
Transportasi Media - Eve Air Mobility mencatat tonggak penting dalam pengembangan pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL) dengan menyelesaikan 50 penerbangan uji menggunakan prototipe skala penuh.
Sejak penerbangan perdana pada 19 Desember 2025, perusahaan telah mengumpulkan lebih dari dua jam waktu terbang. Rangkaian uji coba ini menghasilkan data berpresisi tinggi yang memperdalam pemahaman terhadap performa dan perilaku sistem pesawat, sebagai bagian dari proses menuju sertifikasi.
Chief Executive Officer Eve, Johann Bordais, menyatakan pencapaian tersebut mencerminkan kematangan program pengembangan perusahaan. “Ini bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi bukti kekuatan solusi yang kami bangun untuk mendukung mobilitas udara perkotaan,” ujarnya.
Pengujian yang berlangsung intensif turut memvalidasi kapabilitas operasional eVTOL, termasuk aspek kecepatan, manajemen energi, stabilitas, hingga tingkat kebisingan dan getaran. Tahap berikutnya akan mencakup evaluasi lebih luas terhadap envelope penerbangan serta uji transisi penuh yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Pengembangan eVTOL Eve mengadopsi metodologi dari Embraer, yang mengintegrasikan desain pesawat dengan solusi ekosistem seperti operasional, infrastruktur vertiport, dan manajemen lalu lintas udara. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung implementasi mobilitas udara perkotaan secara luas.
Data hasil uji terbang saat ini juga menjadi dasar pengembangan prototipe konformitas yang akan digunakan dalam proses sertifikasi bersama otoritas penerbangan sipil Brasil, ANAC. Eve menargetkan produksi hingga enam unit prototipe untuk mendukung kampanye uji sertifikasi.
Dengan pencapaian ini, Eve memperkuat posisinya dalam industri advanced air mobility global, sekaligus mempercepat langkah menuju komersialisasi taksi udara listrik di berbagai kota dunia. (*)
