Di Balik Stok BBM Terbatas, Ini Persoalan Utamanya

Di Balik Stok BBM Terbatas, Ini Persoalan Utamanya
Mengisi BBM.

Transportasi Media | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa keterbatasan hari operasi (HOP) atau stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional disebabkan oleh kapasitas penyimpanan energi yang masih terbatas. Hal tersebut ia ungkapkan di Kantor Kementerian ESDM, dikutip pada Senin, (13/04/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa persoalan utama dalam pengelolaan cadangan energi nasional saat ini terletak pada kapasitas penyimpanan atau storage yang belum memadai. Kondisi ini menyebabkan kemampuan Indonesia dalam mempertahankan cadangan BBM dalam jangka waktu yang lebih panjang menjadi terbatas.

“kita punya daya simpanan tidak cukup. Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage, makanya kami mau buat sekarang storage, kalau tidak begini, kita tidak pernah berpikir,” ujar Bahlil.

Isu mengenai hari operasi BBM menjadi perhatian publik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 berdampak pada penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Menurut Bahlil, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembangunan fasilitas penyimpanan BBM guna meningkatkan kapasitas cadangan energi.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar Indonesia segera menambah kapasitas tangki penyimpanan energi. Upaya ini dinilai penting agar Indonesia memiliki kemampuan bertahan yang lebih baik dalam menghadapi potensi gangguan pada rantai pasok energi global.

“Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau enggak kita tergantung terus,” tegasnya.

Selain penguatan kapasitas penyimpanan, pemerintah juga mulai melakukan penyesuaian sumber pasokan minyak mentah. Bahlil menyebut bahwa Indonesia telah memulai impor minyak mentah dari Amerika Serikat secara bertahap.

Langkah tersebut dilakukan untuk menggantikan pasokan dari kawasan Timur Tengah yang terganggu akibat penutupan Selat Hormuz. Pemerintah menilai diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

#BBM

Index

Berita Lainnya

Index